Foto: pixabay
Ragam Kopi Tradisional Nusantara yang Penuh Cita Rasa dan Cerita
Indonesia bukan hanya kaya akan keindahan alam dan budaya, tetapi juga memiliki warisan kopi tradisional yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan budaya ngopi dari negara-negara seperti Italia.
Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menikmati kopi, dengan rasa dan penyajian yang khas dan unik.
Sebagai negara penghasil biji kopi yang melimpah, Indonesia melahirkan berbagai kebiasaan minum kopi yang berbeda di tiap wilayah.
Tradisi menyeduh kopi secara lokal di tanah air bahkan jauh lebih beragam jika dibandingkan dengan yang berkembang di Eropa.
Menariknya, sebagian teknik penyeduhan kopi tradisional di Indonesia menggabungkan bahan tambahan yang menciptakan cita rasa baru.
Dilansir dari Detik, kombinasi ini sering kali tidak ditemukan di negara lain, menjadikan kopi Indonesia istimewa dan memiliki ciri khas tersendiri.
Kopi Talua
Salah satu contoh unik adalah kopi talua yang berasal dari Sumatera Barat. Dalam penyajiannya, kopi ini dicampur dengan kuning telur, susu kental manis, dan sedikit bubuk kayu manis.
Campuran ini kemudian dikocok hingga berbusa dengan warna pucat, lalu disiram dengan air kopi panas.
Proses ini membuat aroma amis dari telur berkurang karena panas dari kopi yang diseduh. Kopi talua diyakini dapat memberikan energi tambahan dan memiliki manfaat kesehatan.
Bajigur
Dari tanah Pasundan, ada minuman bernama bajigur yang sering dianggap sebagai minuman kopi meskipun rasanya tidak dominan kopi. Bajigur lebih menonjolkan rasa dari campuran jahe, santan, dan gula aren yang memberikan rasa manis dan hangat.
Minuman ini awalnya dikonsumsi oleh para petani sebagai penghangat tubuh dan penambah tenaga. Biasanya bajigur dinikmati bersama kudapan seperti ubi rebus atau pisang rebus.
Kopi Joss
Sementara itu, Yogyakarta memperkenalkan kopi joss yang terkenal dengan cara penyajiannya yang unik. Setelah kopi dibuat dengan metode tubruk, sebatang arang panas langsung dimasukkan ke dalam gelas berisi kopi.
Proses ini menghasilkan bunyi mendesis serta aroma khas yang membedakan kopi joss dari kopi biasa.
Banyak yang meyakini bahwa arang panas ini memberikan efek detoks karena berfungsi seperti karbon aktif.
Kopi Kothok
Tak kalah menarik, masyarakat di Cepu, Jawa Tengah, memiliki teknik menyeduh kopi yang disebut kopi kothok. Prosesnya tidak seperti menyeduh biasa di dalam cangkir.
Sebaliknya, bubuk kopi dan gula dimasak bersama di dalam panci hingga mendidih dan mengeluarkan aroma kuat. Metode ini menciptakan kopi yang pekat dengan cita rasa khas yang kuat dan dalam.
Keunikan tradisi kopi di Indonesia menunjukkan bahwa secangkir kopi bukan sekadar minuman, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang kaya dan membanggakan.
Berbagai racikan lokal ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki ragam kekayaan kopi yang tidak kalah dari negara-negara penghasil kopi lainnya di dunia.
