Daun Kelor Menjadi Primadona Baru Ekspor Tanaman Herbal Indonesia Daun Kelor Menjadi Primadona Baru Ekspor Tanaman Herbal Indonesia

Moringa Powder

  • RAA
  • Minggu, 18 Mei 2025 - 21:38 WIB

Daun Kelor Menjadi Primadona Baru Ekspor Tanaman Herbal Indonesia


Dulu hanya dikenal sebagai tanaman pagar yang sering dianggap remeh, kini daun kelor telah bertransformasi menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi dan digadang-gadang sebagai kekayaan baru bagi Indonesia.


Julukan "pohon ajaib" terasa pantas disematkan pada tanaman ini karena manfaatnya yang luar biasa meski ukurannya kecil.

Kelor dikenal kaya akan kandungan gizi seperti protein, kalsium, zat besi, serta vitamin A, C, dan E. Tak hanya itu, senyawa bioaktif di dalamnya seperti flavonoid dan polifenol menjadikan kelor sebagai salah satu superfood yang semakin dikenal di kancah internasional.

Dilansir dari CNBC, dalam lima tahun terakhir, ekspor daun kelor dari Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.


Pada tahun 2019, nilai ekspornya masih di angka 9.893 dolar AS dengan volume sekitar 1.500 kilogram. Namun pada 2024, nilainya melonjak tajam menjadi 1,15 juta dolar AS dengan volume mencapai lebih dari 931 ribu kilogram. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan lebih dari 11.500 persen dalam lima tahun.

China dan Malaysia menjadi dua negara tujuan utama ekspor daun kelor. Khususnya China, pertumbuhan permintaan dari negara tersebut sangat mencolok. Dari hanya sekitar 27 ribu dolar AS pada 2020, nilainya melonjak menjadi lebih dari 479 ribu dolar AS di 2024. Sementara itu, Malaysia tetap menjadi pasar yang stabil dengan nilai ekspor sekitar 38 ribu dolar AS.

Tingginya minat dunia terhadap daun kelor tidak terlepas dari perannya dalam berbagai sektor. Daun ini digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan suplemen kesehatan, teh herbal, kosmetik alami, hingga makanan bayi.


Di China, kelor menjadi bagian dari gaya hidup yang tengah populer yaitu penggunaan pengobatan alami dan produk nutrisi berbasis tanaman. Di sisi lain, Malaysia memanfaatkan daun kelor sebagai bahan penting dalam pengobatan tradisional dan industri makanan sehat.

Peluang ekspor kelor Indonesia ke depan masih terbuka sangat lebar. Namun demikian, ada sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan.

Konsistensi mutu produk, kepemilikan sertifikasi ekspor, dan peningkatan kapasitas produksi menjadi kunci keberhasilan pengembangan kelor sebagai komoditas andalan baru.


Jika dikelola secara serius dan terstruktur, bukan tidak mungkin kelor akan menyusul temulawak, jahe, dan produk herbal lainnya sebagai unggulan ekspor tanaman obat dari Tanah Air.