Sorghum, Tanaman Serbaguna yang Didorong Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional Sorghum, Tanaman Serbaguna yang Didorong Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Tepung Sorgum Timurasa Indonesia

  • RAA
  • Sabtu, 17 Mei 2025 - 10:29 WIB

Sorghum, Tanaman Serbaguna yang Didorong Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut sorghum sebagai tanaman yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat panen perdana sorghum di wilayah Karawang, Jawa Barat, pada hari Sabtu.

Seperti yang dilansir dari Antara, dalam kunjungannya, Raja Juli berbagi pengalaman ketika ia juga menghadiri panen sorghum di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut tanaman ini luar biasa karena hampir semua bagian tanamannya bisa dimanfaatkan.

Menurut penjelasan Raja Juli, sorghum bisa diolah menjadi berbagai produk makanan dan energi, mulai dari pengganti beras, tepung, hingga bahan baku untuk membuat kue.


Tidak hanya itu, sorghum juga dapat diubah menjadi bioetanol, gula nira, serta pakan ternak yang dinilainya jauh lebih unggul dari jagung.


Panen perdana sorghum di Karawang ini merupakan hasil binaan dari Program PKTHMTB-HKTI dalam kawasan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).


Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan.


Menteri Raja Juli mengungkapkan pentingnya pengembangan klaster pangan berbasis perhutanan sosial.

Dengan pendekatan ini, biaya produksi bisa ditekan, hasil panen menjadi lebih efisien, dan keuntungan petani bisa meningkat.


Ia meyakini bahwa strategi klastering akan mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan energi seperti yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto.


Ia menambahkan bahwa penanaman sorghum yang terintegrasi dalam sistem klaster akan lebih menguntungkan dibandingkan jika dilakukan secara terpisah. Langkah ini dianggap penting untuk mencapai target nasional dalam bidang pangan dan energi.

Sementara itu, Fadli Zon turut menekankan nilai ekonomi dan sejarah sorghum. Menurutnya, tanaman ini sudah lama dikenal masyarakat dan dapat ditanam secara tumpang sari, seperti bersama cabai, sehingga berpotensi menambah pendapatan petani.

Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi kedaulatan bangsa. Fadli menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo merupakan salah satu upaya konkret dalam mewujudkan hal tersebut.

Dengan manfaat yang begitu luas, sorghum kini dipandang sebagai salah satu komoditas strategis yang perlu dikembangkan secara serius di berbagai wilayah Indonesia.