Foto: alodokter
DPD RI Dorong Optimalisasi Gula Aren Sebagai Komoditas Unggulan Daerah
Ketua DPD RI periode 2019-2024, LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan produksi gula aren di berbagai wilayah, termasuk Sumatra Utara.
Dilansir dari Antara, ia juga menyoroti pentingnya penataan sistem distribusi dan tata niaga komoditas ini agar lebih menguntungkan masyarakat.
LaNyalla menegaskan bahwa gula aren menyimpan potensi besar sebagai peluang usaha yang dapat dikelola oleh masyarakat lokal.
Menurutnya, diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis produk ini, salah satunya dengan memperbaiki aspek pemasaran dan pengemasan.
“Produk gula aren memiliki penggemarnya sendiri di tengah masyarakat. Karena itu, peluang pemasaran sangat terbuka lebar. Gula aren berpotensi menjadi sumber penghasilan yang signifikan jika dikelola dengan baik,” ujarnya saat berada di Jakarta pada Rabu.
Ia mencatat bahwa salah satu hambatan dalam memasarkan gula aren adalah kemasan yang masih terkesan sederhana.
Hal ini membuatnya kurang bersaing dengan produk gula putih yang lebih umum ditemukan di pasaran.
Oleh karena itu, LaNyalla mengimbau para pengrajin gula aren untuk lebih memperhatikan aspek kemasan agar tampilannya mampu menarik minat konsumen.
Dalam keterangannya, LaNyalla yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Kadin Jawa Timur menyebut bahwa inovasi dalam produksi gula aren sudah mulai terlihat, misalnya dengan munculnya produk gula semut.
Bahkan, produk-produk ini kini mulai digunakan di berbagai hotel dan restoran sebagai pemanis alternatif.
Beberapa wilayah seperti Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat diketahui menjadi sentra produksi gula aren.
Ia juga menyoroti keberhasilan gula aren asal Banten yang berhasil menembus pasar internasional, sebagai contoh kesuksesan yang bisa ditiru oleh daerah lain.
LaNyalla berharap ke depan akan ada langkah-langkah nyata dari berbagai pihak untuk melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha gula aren.
Tujuannya adalah memastikan kualitas produk yang terstandarisasi dan kemasan yang lebih menarik sehingga mampu bersaing di pasar domestik maupun nasional.
