Kue Jan Hagel, Warisan Budaya Belanda Yang Menjadi Tradisi Kuliner Indonesia Kue Jan Hagel, Warisan Budaya Belanda Yang Menjadi Tradisi Kuliner Indonesia

Foto: detik

  • RAA
  • Jumat, 02 Mei 2025 - 10:33 WIB

Kue Jan Hagel, Warisan Budaya Belanda Yang Menjadi Tradisi Kuliner Indonesia


Kue Jan Hagel adalah salah satu kue kering warisan budaya Belanda yang hingga kini masih banyak ditemukan dalam tradisi kuliner Indonesia. Meski berasal dari Negeri Kincir Angin, kue ini telah mengalami berbagai adaptasi sehingga menjadi cemilan favorit di banyak keluarga Indonesia, khususnya saat momen-momen istimewa seperti Natal, Lebaran, atau saat bersantai di sore hari.

Jan Hagel dikenal sebagai kue kering berbentuk persegi panjang dengan tekstur yang renyah. Permukaannya biasanya ditaburi gula kristal dan irisan kacang kenari, yang membuat tampilannya menggoda dan cita rasanya semakin kaya. Aroma harum mentega yang khas membuat siapa pun sulit menolak kelezatannya.

Nama “Jan Hagel” sendiri memiliki sejarah unik. Dalam bahasa Belanda, "Jan" adalah nama umum seperti “John” dalam bahasa Inggris, sedangkan “Hagel” berarti hujan es atau taburan.


Dalam konteks kue, nama ini menggambarkan taburan gula atau kacang di atas adonan kue. Beberapa catatan sejarah bahkan menyebutkan bahwa Jan Hagel dulunya adalah makanan para pelaut atau masyarakat kelas bawah di Belanda karena mudah dibuat dan tahan lama.

Di Indonesia, kue ini sering dibuat menggunakan bahan-bahan seperti tepung terigu, gula, telur, mentega, dan vanili. Kue kemudian dipanggang hingga matang dan berwarna keemasan, menghasilkan rasa manis gurih yang cocok dengan lidah orang Indonesia.

Walaupun tergolong kue jadul, Jan Hagel tetap eksis hingga kini. Banyak toko kue tradisional dan rumah tangga yang masih mempertahankan resep turun-temurun untuk menyajikan Jan Hagel dalam bentuk aslinya.

Ada juga yang memodifikasinya dengan tambahan rempah seperti kayu manis atau pala agar lebih sesuai dengan selera lokal.

Jan Hagel bukan sekadar kue kering biasa. Kue ini adalah saksi bisu hubungan panjang antara Indonesia dan Belanda dalam sejarah, yang kini telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner nusantara.

Rasa klasiknya yang sederhana namun memikat membuat kue ini tetap dicari dan dinikmati lintas generasi.