Wamentan Dukung Petani Milenial Majukan Ekspor Pangan Indonesia Wamentan Dukung Petani Milenial Majukan Ekspor Pangan Indonesia

Foto: asterra

  • RAA
  • Senin, 28 April 2025 - 20:43 WIB

Wamentan Dukung Petani Milenial Majukan Ekspor Pangan Indonesia


Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan dukungan penuhnya terhadap gerakan petani milenial yang berupaya meningkatkan ekspor komoditas pangan demi memperkuat perekonomian nasional.

Melansir Antara, dalam keterangan di Jakarta pada Minggu, Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian menyimpan potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai melepas ekspor gula semut dari Kulon Progo, Yogyakarta, sebanyak 20 ton ke Kanada senilai Rp800 juta, serta 2 ton ke Malaysia senilai Rp300 juta.

Ia menyampaikan dukungan terhadap inisiatif petani muda yang berani melakukan ekspor, terutama produk pangan lokal seperti gula semut yang dihasilkan di Kulon Progo.

Menurut Sudaryono, pertanian saat ini menjadi sektor yang mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto karena perannya yang strategis dalam menjaga ketahanan nasional.

Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam memperluas ekspor produk pertanian, dan pemerintah terus mendorong petani muda untuk menjangkau pasar global.


Ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di luar negeri sekaligus memperluas jangkauan pasar.


Sudaryono menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan penting untuk mendukung sektor pertanian, seperti meningkatkan kuota pupuk subsidi hingga 9,55 juta ton, menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani menjadi Rp6.500 per kilogram, menyediakan benih gratis, dan mendistribusikan alat mesin pertanian.

Selain itu, ia mengingatkan berbagai kebijakan lainnya yang sudah diterapkan, termasuk kenaikan UMR, layanan kesehatan gratis saat ulang tahun, penurunan harga listrik dan tiket transportasi, serta peningkatan tunjangan guru.

Dalam acara tersebut, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus menggali berbagai perjanjian perdagangan internasional untuk memperluas pasar ekspor produk pertanian, terutama ke negara-negara seperti Amerika dan Kanada.

Ia menilai momen pelepasan ekspor ini sangat penting dalam upaya memperkuat perdagangan internasional Indonesia, sekaligus menjaga pasar dalam negeri tetap stabil.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan ekspor di daerahnya.


Ia menyebutkan bahwa di Kulon Progo banyak petani muda yang memiliki potensi besar dan perlu didukung.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa ekspor gula semut ini merupakan ekspor kedua dari program petani milenial, setelah sebelumnya berhasil mengekspor kakao dari Bali. Ia menyebutkan bahwa nilai total ekspor kali ini mencapai Rp1,1 miliar.

Dengan adanya dukungan pemerintah serta berbagai kebijakan yang berpihak pada petani, diharapkan ekspor produk pangan dari petani milenial akan terus berkembang.


Ini bukan hanya untuk memperkuat perekonomian nasional, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja di pedesaan, dan meningkatkan devisa negara.