Dari Pekarangan Rumah hingga Segelas Susu Lezat Dari Pekarangan Rumah hingga Segelas Susu Lezat

Foto: solopos

  • RAA
  • Sabtu, 26 April 2025 - 14:44 WIB

Dari Pekarangan Rumah hingga Segelas Susu Lezat


Pohon kacang mete tumbuh dengan lebat di berbagai halaman rumah penduduk di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. 


Tanaman ini tumbuh dengan baik berkat kondisi alam yang mendukung.


Melansir Tempo, di Tambolaka, ibu kota kabupaten tersebut, kacang mete menjadi salah satu komoditas unggulan yang diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Salah satu olahan yang kini banyak diminati adalah susu kacang mete. Produk ini menjadi alternatif ideal bagi mereka yang menjalani gaya hidup vegan maupun penderita intoleransi laktosa.

Di wilayah Wee Londa, terdapat kelompok tani yang mengolah mete menjadi susu dengan cara yang higienis dan berkelanjutan.


Agustine Dwi Kurniawati, anggota sebuah organisasi nirlaba bernama Yayasan Satunama, mengaku senang mengonsumsi susu kacang mete.

Ia merasakan manfaat dari teksturnya yang lembut dan kandungannya yang mendukung pola hidup sehat yang dijalaninya.

Ketika berkunjung ke kafe Talasi, Dwi menikmati segelas susu mete sembari mengapresiasi usaha kafe tersebut dalam mendukung petani lokal.

Kafe Talasi sendiri dikenal sebagai tempat yang mempromosikan hasil pertanian lokal sekaligus memberdayakan perempuan sebagai tenaga kerjanya.

Rombongan Dwi dari Yogyakarta tertarik mampir setelah mendengar bahwa produk mete di sana diproses secara organik dan menjaga standar kebersihan yang tinggi.

Di tengah cuaca panas khas Sumba, wangi khas susu kacang mete terasa menggoda. Dua staf kafe, Waldelinus dan Tifsater, dengan ramah menyambut para pengunjung di tempat yang dipenuhi tanaman jambu monyet dan batu karang, memberikan nuansa khas alam Sumba yang eksotis.

Kehadiran olahan mete seperti susu ini tidak hanya memperkenalkan cita rasa lokal kepada wisatawan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan petani di Sumba Barat Daya.