Sudah Pernah Mencoba Dirty Latte? Simak Kisahnya Sudah Pernah Mencoba Dirty Latte? Simak Kisahnya

Foto: detikfood

  • RAA
  • Kamis, 24 April 2025 - 14:00 WIB

Sudah Pernah Mencoba Dirty Latte? Simak Kisahnya


Minuman kopi seperti dirty coffee atau dirty latte sedang populer belakangan ini. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan dirty coffee? Ternyata, ada beberapa fakta menarik di balik tren ini.

Belakangan, semakin banyak varian kopi kreatif yang bergantian menjadi tren. Setelah fenomena magic coffee dari Australia yang sempat viral, kini dirty coffee menjadi perbincangan hangat.

Istilah 'dirty' sendiri sering menimbulkan rasa penasaran. Secara arti harfiah, dirty berarti "kotor", tetapi apakah ini berarti kopi yang digunakan tidak bersih?

Asal-usul dirty coffee tidak dapat dipastikan secara detail dari kota atau negara mana pertama kali muncul. Namun, jika menelusuri sejarah kemunculannya, minuman ini dipercaya berasal dari Jepang.

Kreasi kopi ini pertama kali hadir di Bear Pond Espresso dan langsung menjadi populer. Baik pecinta kopi lokal maupun turis yang berkunjung ke sana selalu menyempatkan diri untuk mencicipi dirty coffee.

Lambat laun, semakin banyak kafe di Tokyo yang turut menyajikan minuman ini. Kepopulerannya pun meroket di Jepang sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara dan kini dikenal secara global.

Kehadiran dirty coffee erat kaitannya dengan perkembangan budaya kopi di Jepang. Minuman ini diperkirakan mulai populer sekitar tahun 2000-an.

Istilah 'dirty' (yang artinya 'kotor') sebenarnya mengacu pada metode penyajiannya. Berbeda dengan kopi biasa yang sering dihias dengan latte art, racikan ini justru membiarkan kopi membentuk tampilannya secara alami.

Saat espresso dituang ke dalam susu, akan tercipta pola garis-garis abstrak yang justru menjadi daya tariknya. Pola tidak beraturan inilah yang kemudian dianggap sebagai ciri khas 'dirty' atau 'kotor' tersebut.

Walaupun terlihat sederhana, proses pembuatan dirty coffee memiliki teknik khusus. Secara sekilas, minuman ini mungkin terlihat seperti es latte, namun sebenarnya terdapat perbedaan mendasar.

Langkah pertama dalam membuat dirty coffee adalah menyiapkan susu sapi segar dalam kondisi dingin. Beberapa orang bahkan lebih memilih untuk menyimpan susu terlebih dahulu di freezer hingga mencapai suhu hampir beku sebelum digunakan.

Minuman kopi seperti dirty coffee atau dirty latte sedang populer belakangan ini. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan dirty coffee? Ternyata, ada beberapa fakta menarik di balik tren ini.

Belakangan, semakin banyak varian kopi kreatif yang bergantian menjadi tren. Setelah fenomena magic coffee dari Australia yang sempat viral, kini dirty coffee menjadi perbincangan hangat.

Istilah 'dirty' sendiri sering menimbulkan rasa penasaran. Secara arti harfiah, dirty berarti "kotor", tetapi apakah ini berarti kopi yang digunakan tidak bersih?

Asal-usul dirty coffee tidak dapat dipastikan secara detail dari kota atau negara mana pertama kali muncul. Namun, jika menelusuri sejarah kemunculannya, minuman ini dipercaya berasal dari Jepang.

Kreasi kopi ini pertama kali hadir di Bear Pond Espresso dan langsung menjadi populer. Baik pecinta kopi lokal maupun turis yang berkunjung ke sana selalu menyempatkan diri untuk mencicipi dirty coffee.

Lambat laun, semakin banyak kafe di Tokyo yang turut menyajikan minuman ini. Kepopulerannya pun meroket di Jepang sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara dan kini dikenal secara global.

Kehadiran dirty coffee erat kaitannya dengan perkembangan budaya kopi di Jepang. Minuman ini diperkirakan mulai populer sekitar tahun 2000-an.

Istilah 'dirty' (yang artinya 'kotor') sebenarnya mengacu pada metode penyajiannya. Berbeda dengan kopi biasa yang sering dihias dengan latte art, racikan ini justru membiarkan kopi membentuk tampilannya secara alami.

Saat espresso dituang ke dalam susu, akan tercipta pola garis-garis abstrak yang justru menjadi daya tariknya. Pola tidak beraturan inilah yang kemudian dianggap sebagai ciri khas 'dirty' atau 'kotor' tersebut.

Walaupun terlihat sederhana, proses pembuatan dirty coffee memiliki teknik khusus. Secara sekilas, minuman ini mungkin terlihat seperti es latte, namun sebenarnya terdapat perbedaan mendasar.

Langkah pertama dalam membuat dirty coffee adalah menyiapkan susu sapi segar dalam kondisi dingin. Beberapa orang bahkan lebih memilih untuk menyimpan susu terlebih dahulu di freezer hingga mencapai suhu hampir beku sebelum digunakan.