Foto: pixabay
Paskah Identik Dengan Telur, Kelinci, Dan Cokelat, Berikut Penjelasannya
Paskah, yang menjadi puncak iman Kristiani sebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus, ternyata menyimpan beragam simbol unik dalam perayaannya. Telur, kelinci, dan cokelat yang identik dengan Paskah sebenarnya memiliki akar sejarah yang menarik, memadukan tradisi religius dengan warisan budaya kuno.
Bermula dari kepercayaan pagan Eropa, kelinci dianggap sebagai lambang kesuburan dan pembaruan hidup - konsep yang selaras dengan makna kebangkitan dalam Paskah. Legenda "Easter Bunny" dari Jerman abad ke-18 kemudian mempopulerkan tradisi kelinci pembawa hadiah, mirip peran Sinterklas di Natal. Hewan ini dipercaya mengantarkan telur-telur berwarna untuk anak-anak yang berperilaku baik
Memasuki abad ke-19, perayaan Paskah mulai mengalami transformasi menjadi lebih komersial. Industri kreatif melihat peluang dengan memproduksi berbagai barang tematik, terutama telur dan kelinci dari cokelat yang langsung menjadi favorit masyarakat, khususnya anak-anak. Tidak hanya makanan, berbagai merchandise seperti kartu ucapan, mainan, dan aksesoris bertema Paskah turut menghiasi pasar setiap musim perayaan ini.
Yang menarik, meskipun di belahan bumi selatan seperti Australia Paskah jatuh pada musim gugur, tradisi khas Eropa seperti perburuan telur dan pembagian cokelat tetap lestari. Fenomena ini menunjukkan bagaimana Paskah telah berhasil memadukan secara harmonis antara nilai-nilai religius yang sakral dengan tradisi populer yang menyenangkan, menciptakan sebuah perayaan yang kaya akan makna sekaligus penuh keceriaan.
