Foto: liputan6
LPEI Berkomitmen Dukung Perluasan Pasar Ekspor Produk Lokal
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus berkomitmen mendukung perluasan pasar ekspor produk lokal, salah satunya gula aren asal Banten yang kini difokuskan melalui Program Desa Devisa Gula Aren.
Dilansir dari Antara News, program ini merupakan hasil kerja sama antara LPEI, Kementerian Keuangan, ExxonMobil Cepu Limited, serta Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Desa Devisa Gula Aren mencakup 14 desa di Kecamatan Munjul dan melibatkan sebanyak 252 petani yang tergabung dalam Koperasi Anugerah Banten Nusantara, dengan pendampingan dari Yayasan Rasagama Wita Nusantara.
Gula aren yang diproduksi di wilayah ini memiliki keunggulan berupa indeks glikemik yang rendah dan penggunaan pewarna alami, menjadikannya aman bagi penderita diabetes.
Tak hanya itu, tren global yang menekankan keberlanjutan dan produk yang diperoleh secara etis turut mendorong permintaan terhadap gula aren karena proses produksinya yang ramah lingkungan.
Donda Sarah, ekonom dari LPEI, menjelaskan bahwa kesadaran konsumen terhadap kesehatan turut memperkuat posisi gula aren sebagai alternatif sehat pengganti gula rafinasi.
Produk ini dinilai cocok dengan selera pasar modern yang semakin memperhatikan faktor kesehatan dan keberlanjutan.
Hingga saat ini, Desa Devisa Gula Aren di Pandeglang telah menghasilkan hingga 36 ton gula aren per tahun dalam berbagai bentuk, mulai dari gula semut, gula cetak, gula cair, hingga minuman serbuk. Produk-produk ini telah mulai diekspor secara tidak langsung ke Malaysia.
Melalui program Desa Devisa, para petani mendapatkan pelatihan intensif, mulai dari peningkatan manajemen kelembagaan, pelatihan teknis ekspor, pemahaman soal sertifikasi, hingga strategi memperluas akses pasar internasional.
Maria Sidabuta dari LPEI menuturkan bahwa dukungan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing para petani gula aren, serta memperluas peluang ekspor nasional.
Sementara itu, Dave Seta dari ExxonMobil Indonesia menyebut program ini sebagai bentuk nyata dukungan perusahaannya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui kerja sama lintas sektor.
Menurut data LPEI yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor gula aren Indonesia menunjukkan tren yang positif.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2024, nilai ekspornya tumbuh sebesar 9,79 persen menjadi 58,01 juta dolar AS, sedangkan volume ekspornya meningkat 3,38 persen mencapai 31,41 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Negara-negara tujuan ekspor utama yang mencatat peningkatan signifikan antara lain Jerman, Belanda, Inggris, Republik Dominika, dan Kanada, menunjukkan bahwa gula aren Indonesia semakin diminati di pasar global.
