Disbun Kaltim Tingkatkan Upaya Pengendalian Penyakit Busuk Buah Kakao di Kutai Kartanegara Disbun Kaltim Tingkatkan Upaya Pengendalian Penyakit Busuk Buah Kakao di Kutai Kartanegara

Foto: npkmutiara

  • RAA
  • Minggu, 20 April 2025 - 20:52 WIB

Disbun Kaltim Tingkatkan Upaya Pengendalian Penyakit Busuk Buah Kakao di Kutai Kartanegara


Dinas Perkebunan Kalimantan Timur melalui UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) terus melakukan kegiatan lapangan yang berfokus pada penanggulangan gangguan tanaman, khususnya pada tanaman kakao.

Melansir RRI, salah satu aksi nyata dilakukan pada 13 hingga 14 Juli di wilayah Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di sana, tim P2TP menggelar kegiatan pengendalian terpadu terhadap penyakit Busuk Buah Kakao (BBK) yang menyasar kebun seluas 10 hektar milik Kelompok Tani Beringin Jaya.

Kepala UPTD P2TP, Sopian, menjelaskan bahwa penyakit BBK disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora yang menjadi salah satu tantangan utama bagi petani kakao di seluruh dunia.

Dampak kerugiannya bisa mencapai 10 hingga 30 persen secara global, sementara di Indonesia angka kehilangan hasil panen bisa menyentuh hingga 53 persen.

Sopian menambahkan bahwa jamur patogen ini menyerang hampir seluruh bagian tanaman, mulai dari daun, batang, pucuk, ranting, bantalan bunga, hingga buah kakao itu sendiri. Oleh karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

Dalam kegiatan tersebut, UPTD P2TP turut menguji beberapa komponen teknologi untuk mengatasi serangan penyakit.

Salah satu metode penting dalam pengendalian terpadu adalah dengan menghilangkan sumber inokulum patogen langsung dari area perkebunan.

Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran penyakit dan meningkatkan hasil produksi kakao di Kalimantan Timur secara berkelanjutan.