Kreativitas Siswa Maluku Barat Daya Hadirkan Inovasi Papeda Kelor dan Sushi Kasbi Kreativitas Siswa Maluku Barat Daya Hadirkan Inovasi Papeda Kelor dan Sushi Kasbi

Foto: kompas

  • RAA
  • Jumat, 18 April 2025 - 10:12 WIB

Kreativitas Siswa Maluku Barat Daya Hadirkan Inovasi Papeda Kelor dan Sushi Kasbi


Para siswa dari SMA Negeri 13 di Kabupaten Maluku Barat Daya berhasil menghadirkan terobosan kuliner berbasis bahan lokal melalui dua kreasi unik, yakni papeda kelor dan sushi kasbi. 


Dilansir dari RRI, lewat inovasi ini, mereka tak hanya memperkenalkan sajian baru yang menggugah selera, tetapi juga memberikan sentuhan nilai gizi yang tinggi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah dijumpai di daerah mereka.

Berdasarkan informasi dari Good News From Indonesia, daun kelor yang dikenal kaya akan kandungan nutrisi, diolah menjadi bentuk bubuk lalu dicampurkan dengan sagu untuk membuat papeda.


Perpaduan ini memberikan warna hijau alami pada papeda tanpa mengurangi rasa aslinya. Di sisi lain, sushi kasbi dirancang dengan menggantikan nasi menggunakan singkong yang telah ditumbuk halus dan dibungkus dengan daun pepaya jepang, menciptakan cita rasa lokal yang khas sekaligus menyehatkan.

Papeda sendiri merupakan makanan pokok khas Papua dan beberapa wilayah di Maluku yang biasanya terbuat dari sagu dan disajikan bersama kuah atau lauk tertentu.

Dengan modifikasi yang dilakukan, siswa-siswi ini berupaya menampilkan papeda dalam versi yang lebih menarik serta bernutrisi lebih tinggi.

Kegiatan ini bukan sekadar eksperimen kuliner, melainkan juga bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat yang berasal dari sumber daya lokal.

Selain memberikan manfaat bagi tubuh, inisiatif semacam ini membuka peluang untuk mengembangkan usaha kuliner berbasis lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemanfaatan bahan seperti kelor, singkong, jagung pulut, serta kekayaan laut setempat menjadi bukti bahwa makanan bergizi bisa dihasilkan dari alam sekitar tanpa memerlukan biaya besar. 

Ide kreatif para pelajar ini diharapkan bisa memicu semangat generasi muda lainnya untuk lebih peduli dan aktif dalam mengembangkan potensi pangan dari daerah masing-masing.