Foto: alodokter
Potensi Besar Dunia Perkopian Indonesia
Dari kebun-kebun kopi yang tersebar di lereng pegunungan hingga akhirnya disajikan dalam secangkir minuman hangat, kopi asal Indonesia terus mencuri perhatian para penikmat kopi di berbagai belahan dunia.
Dilansir dari CNBC, negeri kepulauan ini dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam yang luar biasa, dan kopi menjadi salah satu komoditas unggulannya.
Tidak seperti negara lain seperti Vietnam yang mengedepankan kuantitas dalam produksi, Indonesia lebih menitikberatkan pada mutu, terutama dalam produksi kopi specialty yang tumbuh di tanah vulkanik subur.
Daerah penghasil kopi ternama seperti Gayo, Mandailing, dan Toraja telah dikenal menghasilkan biji kopi dengan cita rasa unik dan kompleks yang banyak disukai oleh penikmat kopi luar negeri.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2022, lahan perkebunan kopi di Indonesia mencapai luas sekitar 1,29 juta hektare.
Angka ini menempatkan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Vietnam.
Sebagian besar hasil panennya merupakan jenis robusta, sementara arabika dan liberika hanya mencakup sebagian kecil dari total produksi.
Walaupun dari sisi jumlah Indonesia belum menyaingi dua negara teratas, kualitas kopinya membuatnya menjadi salah satu pemain penting di pasar kopi premium.
Kopi dari berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai kopi single origin yang membawa keunikan rasa sesuai karakter tanah dan iklim setempat.
Kombinasi tanah vulkanis, curah hujan tinggi, serta cara pengolahan tradisional membuat rasa kopi Indonesia berbeda dari negara lain.
Namun demikian, sektor kopi Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Perubahan iklim serta ancaman hama dan penyakit tanaman menjadi faktor yang dapat mengganggu keberlangsungan produksi.
Dalam situasi seperti ini, peran pemerintah menjadi sangat penting, terutama melalui bantuan seperti pembaruan peralatan produksi dan pelatihan bagi tenaga kerja di sektor ini, seperti barista dan penyangrai kopi.
Di tingkat nasional, kebiasaan minum kopi juga terus berkembang, terutama di kalangan anak muda di kota-kota besar.
Popularitas kopi specialty dan kopi single origin semakin meningkat seiring dengan berkembangnya tren gelombang ketiga kopi.
Sepanjang tahun 2023, konsumsi kopi di dalam negeri tercatat mencapai lebih dari 4,7 juta kantong berisi 60 kilogram, menandakan peningkatan yang cukup tajam.
Pemerintah bersama pelaku industri kopi terus mendorong pengembangan kopi specialty agar semakin dikenal di panggung internasional.
Ajang-ajang seperti Kontes Kopi Specialty Indonesia (KKSI) menjadi sarana untuk mempromosikan keunikan kopi lokal dan memperluas jangkauan pasar.
Dengan menjaga mutu dan terus berinovasi, kopi dari Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat posisinya di pasar global dan memenuhi permintaan yang terus tumbuh, baik di dalam maupun luar negeri.
