Foto: okezone
Kolaborasi Rasa Toba dan Korea, Mahasiswa IT Del Dapat Dukungan Tokoh Sumut
Parlindungan Purba, salah satu tokoh masyarakat Sumatera Utara, melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Del (IT Del) pada Jumat.
Dilansir dari RRI, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari ketertarikannya terhadap ide kreatif mahasiswa IT Del yang menggabungkan cita rasa lokal dengan kuliner internasional.
Ketertarikan tersebut muncul saat acara Beranda Nusantara, ketika Rachel Sinaga, mahasiswa semester lima dari Program Studi S1 Teknik Bioproses Fakultas Bioteknologi, mengemukakan hasil eksperimennya yang mengombinasikan andaliman, bumbu khas Toba, dengan kimchi, makanan fermentasi asal Korea Selatan.
Dalam sesi tanya jawab, Rachel menyampaikan kebingungannya dalam memasarkan produk inovatif tersebut dan membangun kepercayaan konsumen.
Rachel bertanya, “Kami pernah bereksperimen menggabungkan andaliman dengan kimchi. Namun jika produk ini berhasil, kami masih kesulitan membangun kepercayaan masyarakat. Bagaimana agar mereka yakin dengan kualitas produk kami?”
Mendengar hal itu, Parlindungan Purba yang juga menjabat sebagai Ketua Bilateral ASEAN-Indonesia, menunjukkan ketertarikannya dan langsung menyatakan dukungan.
Ia menyampaikan bahwa dirinya siap membantu proses produksi jika hasil penelitiannya terbukti berhasil. Ia bahkan berencana mengundang pelaku usaha kuliner Korea dan Jepang di Medan untuk menjajaki peluang kolaborasi.
“Saya datang ke IT Del karena tertarik dengan ide ini. Jika sudah ada hasil konkret, saya akan bantu proses produksinya dengan melibatkan pihak restoran yang relevan di Medan,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Mariana Simanjuntak, M.Sc., dari bidang pemasaran pariwisata, yang turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut.
Ia menilai bahwa inovasi ini dapat membuka peluang baru dalam meningkatkan nilai ekonomi andaliman, sekaligus memberdayakan masyarakat lokal di sekitar Balige.
“Saya akan ikut mengawal proyek ini, karena saya yakin andaliman bisa menjadi produk bernilai jual tinggi dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Mariana.
Inovasi ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara kearifan lokal dan kreativitas generasi muda dapat membuka peluang besar dalam dunia kuliner sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
