Kopi Indonesia: Dari Lereng Gunung Hingga Menembus Pasar Dunia Kopi Indonesia: Dari Lereng Gunung Hingga Menembus Pasar Dunia

Foto: hellosehat

  • RAA
  • Sabtu, 05 April 2025 - 08:10 WIB

Kopi Indonesia: Dari Lereng Gunung Hingga Menembus Pasar Dunia


Kopi Indonesia telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan yang memikat hati para pecinta kopi di berbagai belahan dunia.

Dengan kekayaan alam yang melimpah, Indonesia menempati posisi penting dalam industri kopi global.

Dilansir dari CNBC, berbeda dari negara seperti Vietnam yang fokus pada produksi dalam jumlah besar, Indonesia lebih dikenal dengan kopi specialty berkualitas tinggi yang tumbuh di tanah vulkanisnya.

Beberapa daerah seperti Aceh Gayo, Mandailing, dan Toraja menjadi penghasil kopi dengan cita rasa unik yang banyak diminati oleh pasar internasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, luas perkebunan kopi di Indonesia mencapai 1,29 juta hektare.

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brasil dan Vietnam.

Dari total produksi tersebut, sekitar 80 persen merupakan jenis robusta, sementara sisanya terdiri dari arabika dan liberika.

Meskipun produksi kopi Indonesia tidak sebanyak Brasil atau Vietnam, kualitas yang dihasilkan menjadikannya unggul di segmen specialty coffee.

Kopi single origin dari berbagai daerah di Indonesia menawarkan keunikan rasa yang dipengaruhi oleh kondisi tanah dan iklim setempat.

Tanah yang kaya unsur hara akibat aktivitas vulkanik, curah hujan yang cukup, serta metode pengolahan tradisional turut berkontribusi dalam menciptakan profil rasa yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.

Selama ini perkembangan industri kopi di Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan. Perubahan iklim serta ancaman penyakit tanaman menjadi faktor yang memengaruhi produktivitas.

Oleh sebab itu, dukungan dari pemerintah sangat diperlukan, baik melalui modernisasi alat produksi maupun pelatihan bagi para tenaga kerja di sektor ini, termasuk barista dan roaster.

Di dalam negeri, tren konsumsi kopi terus mengalami peningkatan yang signifikan. Gelombang ketiga dalam industri kopi telah mendorong popularitas kopi single origin dan specialty coffee, terutama di kalangan anak muda yang tinggal di perkotaan.

Pada tahun 2023, konsumsi kopi domestik tercatat mencapai 4,785 juta kantong dengan berat masing-masing 60 kg, menunjukkan tingginya permintaan di pasar lokal.

Untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global, pemerintah bersama asosiasi kopi nasional terus berupaya mengembangkan industri kopi specialty.

Partisipasi dalam berbagai ajang internasional, seperti Kontes Kopi Specialty Indonesia (KKSI), menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kopi Indonesia ke pasar dunia.

Dengan menjaga kualitas dan melakukan inovasi secara konsisten, kopi Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat posisinya di kancah internasional serta memenuhi kebutuhan pasar lokal yang terus berkembang.