Madu Hutan Mataiyang Sumbawa Barat Bidik Pasar Nasional dan Internasional Madu Hutan Mataiyang Sumbawa Barat Bidik Pasar Nasional dan Internasional

Foto: alodokter

  • RAA
  • Sabtu, 29 Maret 2025 - 19:14 WIB

Madu Hutan Mataiyang Sumbawa Barat Bidik Pasar Nasional dan Internasional


Madu hutan Mataiyang dari Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, kini mulai merambah pasar nasional hingga internasional.


Dilansir dari Republika, Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, mengapresiasi para petani madu yang berhasil mengoptimalkan potensi di Desa Mataiyang dengan baik.  

"Madu hutan ini memiliki kualitas luar biasa dan berpotensi menjadi produk unggulan di pasar global. Namun, kemasannya harus diperhatikan agar lebih menarik dan memenuhi standar internasional," ujarnya saat menghadiri acara panen raya madu hutan Mataiyang yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Mataiyang, Taliwang, Jumat.  

Dari segi popularitas, menurut Bupati, madu Sumbawa sudah memiliki reputasi yang baik. Tantangan yang tersisa adalah menjaga keaslian dan kualitas madu Mataiyang agar tetap terjaga.  

Bupati menegaskan bahwa madu sering kali mudah dipalsukan. Untuk mencegah hal tersebut, ia mendorong pembangunan fasilitas produksi yang lebih modern serta penggunaan kemasan bersegel guna melindungi keaslian madu tersebut.  

"Saya berharap para petani madu bisa menjaga keaslian produk mereka dengan jujur. Kemasan yang baik dan segel yang rapat sangat penting agar kepercayaan publik terhadap madu hutan kita tetap terjaga," ungkapnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumbawa Barat, Mulyadi, menjelaskan bahwa untuk mendukung pengembangan madu hutan Mataiyang, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa telah meluncurkan proyek percontohan inovasi desa dalam program ekonomi lokal. Bantuan sebesar Rp 1,2 miliar telah dialokasikan untuk mendukung inisiatif ini.  

"Kelestarian alam harus tetap dijaga. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menebang pohon sembarangan. Pemerintah desa juga telah diarahkan untuk membuat regulasi yang mengatur pelestarian lingkungan, terutama pohon-pohon yang memiliki hubungan dengan produksi madu," jelasnya.  

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Azhari, turut menyampaikan harapannya agar madu hutan Mataiyang dapat terus berkembang dan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Pihak provinsi juga akan terus mendukung inovasi desa untuk memperkuat ekonomi lokal.  

"Dana bantuan dari pemerintah pusat harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.