Apakah Berbuka Puasa Harus Dengan Hidangan Manis? Berikut Penjelasannya Apakah Berbuka Puasa Harus Dengan Hidangan Manis? Berikut Penjelasannya

Foto: universitas ciputra

  • RAA
  • Sabtu, 22 Maret 2025 - 18:15 WIB

Apakah Berbuka Puasa Harus Dengan Hidangan Manis? Berikut Penjelasannya


Berbuka puasa menjadi momen yang paling dinantikan untuk mengatasi rasa lapar dan dahaga. Hidangan manis sering kali menjadi pilihan utama yang selalu hadir di meja makan. Namun, sebenarnya apakah menu berbuka puasa harus didominasi oleh makanan manis?

Sejak waktu sahur, kadar gula darah akan terus menurun sepanjang hari karena tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk. Padahal, gula darah merupakan sumber energi utama bagi tubuh. 

Inilah alasan mengapa Anda mudah merasa lelah dan mengantuk saat beraktivitas selama berpuasa. Untuk mengembalikan energi yang hilang, Anda memerlukan menu berbuka puasa yang tepat. 

Meskipun gula dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah yang turun setelah berpuasa, makanan manis seperti teh manis atau pisang goreng tidak cukup untuk menggantikan nutrisi dan vitamin lain yang juga terkuras selama beraktivitas seharian. 

Justru, makanan manis dapat menyebabkan penurunan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi. Akibatnya, Anda mungkin merasa lemas dan mengantuk usai berbuka puasa.

Secara ideal, menu berbuka puasa memang sebaiknya mengandung unsur manis untuk mengembalikan energi tubuh. Namun, menurut British Nutrition Foundation, disarankan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman manis yang mengandung gula tambahan. 

Selain berpotensi menyebabkan penurunan gula darah secara drastis, asupan kalori dan gula berlebihan juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan meskipun sedang berpuasa.