Andaliman Timurasa Indonesia
Fakta-Fakta Unik Andaliman
Andaliman kerap dimanfaatkan oleh kontestan MasterChef Indonesia dalam dua musim terakhir, yaitu musim 11 dan 12. Pada MasterChef Indonesia musim 11, Nata, seorang peserta asal Sumatera Utara, kerap menghidangkan masakan yang menggunakan rempah andaliman sebagai bahan utamanya.
Hal serupa juga terlihat di musim terbaru MasterChef Indonesia 12. Rudi, kontestan yang berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara, hampir tidak pernah melewatkan penggunaan andaliman dalam hidangan-hidangan yang ia buat.
Berikut beberapa fakta menarik terkait andaliman.
Disebut sebagai merica Batak
Andaliman memiliki rasa pedas yang khas, dengan sedikit sensasi getir dan aroma yang tajam. Bentuknya bulat kecil, menyerupai lada. Karena kemiripannya dalam cita rasa dan bentuk dengan merica, rempah ini sering dijuluki sebagai merica Batak.
Cocok Untuk Sambal
Karena tingkat kepedasannya yang tinggi, andaliman sering dijadikan bahan utama dalam pembuatan sambal oleh masyarakat Batak, yang dikenal dengan nama sambal tuktuk. Meski sudah pedas, sambal ini tetap memerlukan tambahan cabai dengan perbandingan satu banding satu terhadap andaliman, atau bahkan lebih sedikit. Bawang dan jeruk nipis juga ditambahkan untuk memberikan kesegaran. Sambal andaliman ini biasanya disajikan sebagai pelengkap hidangan seperti ikan mas arsik atau saksang.
Termasuk Jenis Jeruk-jerukan
Andaliman memiliki aroma segar yang kuat bukan tanpa sebab. Hal ini karena tanaman andaliman, atau Zanthoxylum acanthopodium DC, merupakan bagian dari keluarga jeruk-jerukan.
Pengawet Alami
Kandungan antioksidan dalam andaliman, seperti alkaloid, glikosida, tanin, fenol, dan flavonoid, membuat rempah ini berpotensi menjadi pengawet alami. Tidak hanya itu, serbuk buah andaliman juga memiliki sifat antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti Escherichia coli, Salmonella typhimurium, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas fluorescens.
