Andaliman Timurasa Indonesia
Andaliman Dapat Digunakan Untuk Mengatasi Nyeri Sendi
Rempah khas Batak yang legendaris, andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC), memberikan sensasi "menggigit" di lidah saat dikonsumsi. Selama ini, andaliman telah menjadi penyedap rasa khas dalam berbagai masakan Batak. Berkat sentuhan teknologi nano, rempah yang mengandung zat antiperadangan ini kini dapat dimanfaatkan untuk mengatasi nyeri radang sendi.
Berdasarkan penelitian Yanti, dosen di School of Bioscience, Technology, and Innovation, Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta, sejak tahun 2010 hingga saat ini, andaliman—rempah endemik dari Danau Toba, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang sering disebut lada Batak—memiliki potensi besar dalam bidang biomedis.
Rempah endemik ini terbukti efektif dalam membantu mengatasi peradangan, diabetes, obesitas, dan masalah bau mulut atau halitosis. Selain itu, andaliman juga dikembangkan sebagai bahan antibakteri, antiplak (antibiofilm), antiacne (untuk jerawat), antigout (mengatasi asam urat), dan antiarthritic (mengatasi radang sendi).
Dengan berbagai manfaat tersebut, andaliman dapat menjadi alternatif obat tradisional khas Indonesia yang alami, menggantikan zat-zat kimia yang sudah umum digunakan di pasaran.
Yanti juga mengeksplorasi manfaat lain dari andaliman, khususnya dalam mengatasi radang sendi dan asam urat. Dengan dukungan pemerintah, penelitiannya berkembang dari uji invitro ke uji pada hewan (tikus) dan formulasi produk.
“Keunikan andaliman terletak pada sensasi pedas dan ‘menggigit’ yang hanya dirasakan di mulut. Kandungan limonen atau minyak atsiri di dalamnya memberikan efek antiradang yang sangat baik. Kami mencoba memformulasikan minyak atsiri andaliman, ada yang dikombinasikan dengan jahe, ada juga yang murni andaliman. Formulasi ini kami masukkan ke dalam obat topikal,” jelas Yanti. Saat ini, produk untuk mengatasi radang sendi di pasaran, seperti balsam atau pereda nyeri, umumnya menggunakan mentol atau metil salisilat. Andaliman ditawarkan sebagai alternatif alami pengganti bahan-bahan kimia tersebut.
Andaliman digunakan dalam berbagai produk seperti balsem, minyak urut, minyak kayu putih, dan minyak angin untuk mengatasi nyeri radang sendi. Biji andaliman segar dari Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, diolah menjadi nanoemulsi (dengan ukuran partikel 943,7 nm berdasarkan PSA) yang kemudian dicampurkan ke dalam produk-produk yang sudah dikenal di pasaran, namun dengan manfaat tambahan untuk mengatasi radang sendi.
Yanti menjelaskan bahwa dengan mengubah andaliman menjadi nanoemulsi, kandungannya menjadi lebih mudah diserap oleh kulit, sehingga memberikan efek cepat dalam mengurangi nyeri sendi. Nyeri sendi sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penuaan. Dengan mengatasi nyeri sendi, kualitas hidup dapat ditingkatkan secara signifikan.
