Foto: tempo
Kue Vor-Vor, Kuliner Legendaris dari Kepulauan Kei
Kepulauan Kei di Kabupaten Maluku Tenggara memiliki beragam kuliner khas yang unik. Salah satu makanan tradisional yang sudah ada sejak lama adalah kue vor-vor. Kue ini dibuat dari biji melinjo dan kacang kenari, menjadikannya camilan khas dengan cita rasa yang unik.
Warisan Kuliner yang Bertahan Hingga Kini
Dilansir dari Edisi, kue vor-vor telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kei dari generasi ke generasi.
Hingga saat ini, kue ini tetap diproduksi dengan cara tradisional tanpa banyak perubahan dalam resep aslinya.
Keunggulan dari kue vor-vor adalah daya tahannya yang sangat lama, bahkan bisa bertahan lebih dari sebulan, sehingga sering dijadikan bekal perjalanan.
Proses Pembuatan yang Masih Tradisional
Untuk membuat kue vor-vor, pertama-tama biji melinjo dikupas lalu disangrai hingga matang sempurna. Setelah itu, biji melinjo ditumbuk menggunakan batu hingga benar-benar halus, lalu diayak sampai menghasilkan tekstur seperti tepung.
Tepung melinjo yang sudah jadi kemudian dicampur dengan kacang kenari, gula pasir, gula merah, dan kayu manis. Setelah adonan tercampur merata, adonan dibentuk dan dibungkus menggunakan daun bambu yang telah dibersihkan.
Tahap terakhir adalah proses pemanggangan. Kue yang sudah dibungkus dipanggang di atas api selama kurang lebih 30 menit tanpa menggunakan minyak atau air. Setelah matang, kue vor-vor siap dinikmati dengan cita rasa khas yang gurih dan manis.
Dengan cita rasanya yang autentik dan cara pembuatannya yang masih mempertahankan tradisi, kue vor-vor tetap menjadi bagian dari budaya kuliner Kepulauan Kei yang patut dilestarikan.
