Sejarah Awal Mula Kopi Decaf Sejarah Awal Mula Kopi Decaf

Foto: CNN

  • RAA
  • Senin, 10 Maret 2025 - 11:05 WIB

Sejarah Awal Mula Kopi Decaf


Siapa yang menyangka bahwa awal mula kopi tanpa kafein atau decaf berhubungan dengan seorang penulis besar?

Johann Wolfgang von Goethe, yang terkenal dengan karyanya Faust, ternyata memiliki ketertarikan terhadap ilmu pengetahuan. 

Melansir Kompas, pada tahun 1819, ia meminta seorang ahli kimia bernama Friedlieb Ferdinand Runge untuk meneliti alasan mengapa kopi membuatnya sulit tidur.

Dari penelitian ini, Runge berhasil menjadi orang pertama yang mengisolasi kafein, sebuah penemuan yang kemudian mengubah cara orang menikmati kopi.  

Butuh hampir satu abad setelah temuan Runge sebelum ilmuwan menemukan cara menghilangkan kafein dari kopi tanpa merusak rasanya.


Hingga saat ini, metode dekafeinasi terus berkembang dengan teknik yang lebih aman dan efisien.  


Bagaimana Kopi Decaf Diproses?
Proses dekafeinasi bukan sekadar merendam kopi dalam air lalu menghilangkan kafeinnya. Proses ini cukup kompleks dan dilakukan di fasilitas khusus. 

Menurut David Kastle dari Swiss Water Decaffeinated Coffee, hanya sedikit perusahaan besar yang memiliki pabrik sendiri untuk dekafeinasi, sementara sebagian besar lainnya bekerja sama dengan pabrik khusus atau melalui importir.  

Secara umum, dekafeinasi dimulai dengan merendam biji kopi hijau (sebelum dipanggang) dalam air agar kafeinnya bisa larut. Dari sini, ada beberapa metode yang digunakan untuk menghilangkan kafein dari biji kopi.  


Metode Pelarut Kimia
Metode pertama yang berhasil digunakan secara komersial ditemukan pada tahun 1905 oleh Ludwig Roselius, seorang pedagang kopi asal Jerman. Kisahnya bermula ketika ia menerima kiriman kopi yang secara tidak sengaja terendam air laut.  

Daripada membuang kopi tersebut, ia mencoba mengolahnya dan menemukan bahwa kafeinnya hilang, tetapi rasa kopinya tetap ada, meskipun sedikit asin.

Dari sini, ia mengembangkan teknik dekafeinasi dengan menggunakan benzena, zat kimia yang saat itu juga digunakan dalam produk penghapus cat dan aftershave.

Kopi hasil proses ini diberi nama "Sanka" dan menjadi populer di Amerika Serikat pada pertengahan abad ke-20.  

Namun setelah diketahui bahwa benzena bersifat karsinogenik, metode ini tidak lagi digunakan. Saat ini, pelarut kimia yang lebih aman seperti etil asetat dan metilen klorida digunakan sebagai alternatif.  

Meskipun metilen klorida sempat menuai kontroversi karena berpotensi berdampak buruk pada sistem saraf pusat dalam jumlah tinggi, FDA menyatakan bahwa residu yang tersisa dalam kopi decaf sangat kecil (kurang dari 0,001%) dan tidak membahayakan kesehatan manusia.  


Metode Karbon Dioksida (CO2)
Pada tahun 1970, Kurt Zosel, seorang ilmuwan dari Max Planck Institute, menemukan bahwa karbon dioksida superkritis (CO2 yang dipanaskan dan diberi tekanan tinggi) dapat digunakan untuk memisahkan berbagai zat kimia, termasuk kafein dari biji kopi.  

Teknik ini masih banyak digunakan hingga sekarang karena dianggap lebih aman dibandingkan metode kimia. Selain itu, kafein yang diekstraksi dari kopi dengan metode ini dapat dimanfaatkan kembali dalam produk lain, seperti minuman berenergi dan minuman bersoda.  

Metode Swiss Water Process
Bagi yang mencari metode dekafeinasi tanpa bahan kimia, Swiss Water Process menjadi pilihan terbaik. Teknik ini mulai digunakan secara komersial pada tahun 1970-an dan masih populer hingga saat ini.  

Prosesnya dimulai dengan merendam biji kopi hijau dalam air hingga seluruh senyawa di dalamnya larut.

Air ini kemudian melewati filter karbon aktif untuk menghilangkan kafein, tetapi tetap mempertahankan senyawa rasa lainnya.

Air yang sudah kaya akan komponen kopi ini kemudian digunakan kembali untuk merendam batch biji kopi baru.

Karena air tersebut sudah jenuh dengan komponen kopi lainnya, hanya kafein dari biji baru yang akan larut tanpa menghilangkan rasa kopi itu sendiri. 

Hasilnya adalah kopi yang tetap kaya rasa meskipun kadar kafeinnya telah berkurang secara signifikan.  


Apakah Kopi Decaf Benar-Benar Bebas Kafein? 
Meskipun disebut decaf, kopi ini tidak sepenuhnya bebas kafein. Menurut FDA, secangkir kopi decaf (sekitar 240 ml) masih mengandung sekitar 2 hingga 15 mg kafein.

Faktay angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kopi biasa yang memiliki kandungan kafein sekitar 80 hingga 100 mg per cangkir.  

Dengan berbagai metode dekafeinasi yang terus berkembang, kini pencinta kopi memiliki pilihan untuk tetap menikmati cita rasa kopi tanpa harus khawatir dengan efek kafein yang berlebihan.