Andaliman Timurasa Indonesia
Hilangkan Bau Amis Ikan Dengan Bumbu Ini
Andaliman, dengan nama latin *Zanthoxylum acanthopodium DC*, adalah tumbuhan yang termasuk dalam marga *Zanthoxylum* dari suku jeruk-jerukan (*Rutaceae*). Di Indonesia, rempah ini terutama dikenal sebagai bumbu khas dalam masakan Batak.
Kemampuannya menghilangkan bau amis pada ikan mentah membuat andaliman menjadi bumbu utama dalam hidangan khas Batak seperti Arsik dan Naniura. Selain itu, rempah ini juga digunakan dalam masakan berbahan dasar daging, seperti Saksang dan Ayam Napinadar, serta dalam berbagai sambal khas Batak seperti Sambal Tuktuk, Sambal Rias, Sambal Gota, dan Sambal Tinombur.
Di Indonesia, tanaman andaliman banyak tumbuh liar di hutan semak di beberapa kabupaten di Sumatera Utara, seperti Tapanuli Utara, Toba, Samosir, Dairi, Simalungun, dan Humbang Hasundutan.
Berdasarkan pantauan RRI, harga andaliman segar di pasar induk MTC Pancing berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000 per kilogram.
Menurut Ibu Tetti br. Sinaga, seorang pedagang andaliman, harga rempah ini bersifat musiman, terkadang naik dan turun tergantung permintaan.
"Pada hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru, andaliman banyak digunakan dalam masakan khas Batak, sementara pasokan dari petani masih terbatas, sehingga harganya melonjak," jelas Tetti.
Marandus Sirait, seorang petani yang membudidayakan andaliman, menjelaskan bahwa tanaman ini biasanya tumbuh di hutan semak.
"Batangnya berduri, sehingga sulit untuk memanennya. Kita harus masuk ke hutan, tetapi karena andaliman merupakan bumbu masakan yang khas, banyak orang yang mencarinya," ujar pria asal Toba Samosir yang memiliki lahan andaliman seluas 5,5 hektar.
Membudidayakan andaliman tidak hanya melestarikan rempah khas kebanggaan masyarakat Batak, tetapi juga memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
