Naniura, Sashiminya Orang Batak Naniura, Sashiminya Orang Batak

Foto: detik

  • RAA
  • Sabtu, 01 Maret 2025 - 22:31 WIB

Naniura, Sashiminya Orang Batak


Naniura dalam Bahasa Batak berarti ikan yang tidak dimasak. Meskipun begitu, naniura tidak menimbulkan aroma amis berkat rendaman asam jeruk jungga yang juga membuat duri halus pada ikan menjadi lunak. Berbeda dengan naniarsik atau saksang yang merupakan hidangan adat, naniura kini mudah ditemukan di lapo (rumah makan khas Batak) dan bahkan sering dihidangkan sebagai makanan rumahan yang bisa dinikmati oleh semua orang.

Dulu, naniura dianggap sebagai hidangan istimewa karena sering dijadikan persembahan untuk raja dan tidak semua orang bisa membuatnya. Meskipun proses pembuatannya terbilang sederhana, proses marinasi dengan air jeruk jungga membutuhkan waktu 4-6 jam agar daging ikan matang secara merata.

Bahan utama dalam pembuatan naniura adalah ikan mas segar. Selain itu, ikan nila berukuran kecil juga bisa digunakan agar matangnya lebih merata. Hidangan ini tidak menggunakan bumbu-bumbu modern, melainkan mengandalkan rempah-rempah tradisional seperti andaliman, asam jungga, bawang merah, cabai merah, bawang putih, kunyit, kemiri, jahe, lengkuas, dan kecombrang.

Salah satu bumbu kunci dalam pembuatan naniura adalah andaliman, yang memiliki nama ilmiah *Zanthoxylum Acanthopodium*. Karena bumbu ini umumnya hanya digunakan dalam masakan Batak, orang di luar suku Batak sering menyebutnya sebagai “merica Batak.” Andaliman kaya akan kandungan vitamin C dan E, sehingga tidak hanya memberikan cita rasa khas pada masakan, tetapi juga bermanfaat untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.