Cokelat Dapat Menyehatkan Mulut? Berikut Penjelasannya Cokelat Dapat Menyehatkan Mulut? Berikut Penjelasannya

Cokelat Bubuk Timurasa Indonesia

  • RAA
  • Kamis, 27 Februari 2025 - 15:34 WIB

Cokelat Dapat Menyehatkan Mulut? Berikut Penjelasannya


Cokelat hitam, yang dikenal karena kemampuannya meningkatkan fungsi otak dan menurunkan tekanan darah, kini juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit gusi berdasarkan temuan penelitian terbaru. 

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Chongqing Medical University, Tiongkok, mengungkapkan bahwa antioksidan dalam cokelat hitam, terutama flavonoid, dapat mengurangi risiko penyakit gusi hingga 54 persen. Penelitian ini juga menyoroti bahwa pola makan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dapat memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan gusi. Selain cokelat hitam, keju juga ditemukan memiliki efek perlindungan yang serupa. Bahkan, konsumsi beras dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit gusi hingga 58 persen, seperti dilaporkan oleh Gloucestershire Live.

Di sisi lain, beberapa jenis makanan dan minuman justru dapat meningkatkan risiko penyakit gusi. Studi ini menemukan bahwa kopi yang disaring meningkatkan risiko sebesar 42 persen, sementara minuman rendah kalori meningkatkan risiko hingga 57 persen.


Meskipun cokelat sering dianggap sebagai penyebab kerusakan gigi, cokelat hitam justru dapat menjadi sekutu bagi kesehatan mulut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat hitam dapat mengurangi risiko penyakit gusi hingga lebih dari 50 persen.

Kandungan biji kakao dalam cokelat hitam, yang kaya akan flavonoid—sejenis antioksidan dengan berbagai manfaat kesehatan seperti meningkatkan fungsi otak dan mendukung kesehatan jantung—juga berperan penting dalam melindungi gigi dan gusi. Flavonoid membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab masalah mulut, seperti *Streptococcus mutans*, bakteri utama yang menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam cokelat hitam dapat memperlambat pertumbuhan bakteri ini, sehingga membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi dalam jangka panjang.

Selain flavonoid, cokelat hitam juga mengandung theobromine, sebuah stimulan yang terbukti dapat memperkuat enamel gigi. Enamel yang lebih kuat membuat gigi lebih tahan terhadap asam dan erosi, sekaligus mengurangi risiko gigi berlubang.

Dengan berbagai manfaat ini, cokelat hitam bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan permen atau makanan manis lainnya yang justru meningkatkan risiko kerusakan gigi. Namun, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar agar mendapatkan manfaat tanpa efek samping.

Meskipun banyak penelitian yang memuji manfaat cokelat hitam bagi kesehatan, perlu diingat bahwa tidak semua produk cokelat hitam sama. Perbedaan rasio kakao, gula, dan zat aditif pada berbagai merek dapat memengaruhi khasiatnya.

Sebagai pedoman umum, para ahli menyarankan untuk memilih cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 70 persen dan sedikit tambahan gula agar manfaat kesehatannya lebih optimal. Selain itu, tetaplah menjaga kebiasaan kebersihan mulut yang baik, seperti menyikat gigi dan membersihkan gigi secara teratur, karena cokelat hitam bukanlah pengganti perawatan mulut yang konsisten.