Foto: alodokter
Daun Kelor Dapat Atasi Diabetes, Mitos Atau Fakta?
Daun kelor, atau Moringa oleifera, merupakan tanaman yang mengandung antioksidan tinggi serta berbagai senyawa bioaktif.
Sejak zaman dahulu, tanaman ini telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai masalah kesehatan. Salah satu manfaatnya yang cukup populer adalah kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar gula darah.
Potensi Daun Kelor sebagai Pengobatan Alami Diabetes
Melansir Detik, menjaga kadar gula darah tetap stabil dapat dilakukan dengan kombinasi pola makan sehat, gaya hidup yang baik, serta pengobatan yang tepat.
Salah satu bahan alami yang dipercaya memiliki efek positif dalam mengendalikan kadar gula darah adalah daun kelor.
Menurut ahli gizi dari Rumah Sakit Rujukan Columbia Asia, Pavithra N Raj, daun kelor telah dimanfaatkan selama berabad-abad sebagai obat alami.
Tidak hanya daunnya, tetapi juga batang, kulit kayu, hingga bunganya memiliki manfaat kesehatan. Daun kelor memiliki sifat antijamur, antivirus, antidepresan, dan antiradang yang berkontribusi terhadap kesejahteraan tubuh.
Selain itu, daun kelor kaya akan berbagai nutrisi penting seperti kalsium, kalium, seng, magnesium, zat besi, tembaga, dan fosfor yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Kandungan dan Manfaat Daun Kelor untuk Diabetes
Salah satu senyawa utama dalam daun kelor adalah quercetin, yang berperan sebagai antioksidan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, terdapat juga asam klorogenat, yang berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah dengan meningkatkan efisiensi tubuh dalam memproses gula dan mempengaruhi produksi insulin.
"Daun kelor memiliki sifat antibakteri dan antibiotik yang dapat mencegah gangguan pencernaan seperti sembelit, gastritis, serta kolitis ulseratif dengan cara menghambat pertumbuhan berbagai patogen," ungkap Pavithra, dikutip dari NDTV.
Cara Mengonsumsi Daun Kelor untuk Kesehatan
Ada berbagai cara untuk menikmati manfaat daun kelor. Beberapa di antaranya adalah :
- Mengolahnya menjadi bubuk dan mencampurkannya dalam makanan atau minuman.
- Membuat jus dari daun kelor segar.
- Mengonsumsi langsung dalam bentuk sayuran.
- Merebus beberapa lembar daun kelor dengan air hangat dan menambahkan madu atau lemon untuk meningkatkan cita rasa.
Pavithra juga menyarankan konsumsi daun kelor dalam bentuk teh atau sebagai tambahan dalam makanan sehari-hari.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, dosis yang dianjurkan adalah sekitar satu sendok teh bubuk daun kelor per hari (setara dengan 2 gram).
Namun bagi penderita diabetes, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk menentukan dosis yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Dengan segudang manfaatnya, daun kelor dapat menjadi alternatif alami dalam menjaga kesehatan dan membantu mengelola kadar gula darah.
