Foto: liputan6
Gula Aren Langkaplancar: Pemanis Alami yang Kini Mendunia
Gula aren, yang juga dikenal sebagai gula merah, merupakan pemanis alami yang banyak digunakan dalam makanan dan minuman. Gula ini dibuat dari nira pohon enau yang diolah dengan cara tradisional.
Dari segi tampilan, gula aren memiliki warna merah kecoklatan dengan aroma khas yang membedakannya dari pemanis lainnya.
Melansir Harapan Rakyat, salah satu daerah penghasil gula aren berkualitas adalah Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Produk gula aren dari wilayah ini kini semakin dikenal luas, bahkan pemasarannya telah menjangkau berbagai daerah di luar Pangandaran.
Produksi Gula Aren di Langkaplancar
Langkaplancar dikenal sebagai sentra pengrajin gula aren. Banyak masyarakat di daerah ini yang menggantungkan hidupnya dari produksi gula merah karena ketersediaan bahan baku yang melimpah. Pohon enau tumbuh subur di kawasan tersebut, sehingga proses pembuatan gula aren dapat berjalan tanpa hambatan.
Salah satu perajin gula aren, Yadi, mengungkapkan bahwa proses pembuatannya cukup sederhana.
"Pertama, bunga pohon enau dipotong dan diiris untuk mengeluarkan nira atau yang disebut lahang," jelasnya.
Nira yang keluar kemudian ditampung dalam ruas bambu yang telah disiapkan. Setelah itu, cairan tersebut dipanaskan hingga mengental.
"Setelah mencapai kekentalan yang diinginkan, nira dituangkan ke dalam cetakan berbentuk bulat," tambahnya.
Setelah gula mengeras, langkah terakhir adalah membungkusnya dengan pelepah daun kelapa kering sebelum dipasarkan.
Manfaat dan Keistimewaan Gula Aren Langkaplancar
Selain digunakan sebagai pemanis alami dalam berbagai hidangan, gula aren juga memiliki banyak manfaat kesehatan.
"Gula aren dapat membantu mengatasi anemia, menangkal radikal bebas, meningkatkan daya tahan tubuh, serta melancarkan pencernaan," ujar Yadi.
Gula aren bahkan telah menjadi ikon Kecamatan Langkaplancar. Hampir di setiap warung di daerah ini, gula merah khas Langkaplancar selalu tersedia. Para pengunjung yang datang ke daerah ini pun kerap membawa gula aren sebagai oleh-oleh khas.
Menariknya, gula aren yang dikemas dengan pelepah daun kelapa kering ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau.
"Sebungkus gula aren dengan berat sekitar 2,5 kilogram dibanderol hanya Rp 30 ribu," pungkas Yadi.
Dengan kualitasnya yang unggul dan manfaatnya yang beragam, tak heran jika gula aren dari Langkaplancar semakin diminati dan berpotensi menjadi produk unggulan daerah.
