Ekspor Bubuk Daun Kelor Perdana dari Labuan Bajo ke Hongkong dan Singapura Ekspor Bubuk Daun Kelor Perdana dari Labuan Bajo ke Hongkong dan Singapura

Foto: sajiansedap

  • RAA
  • Minggu, 09 Februari 2025 - 14:25 WIB

Ekspor Bubuk Daun Kelor Perdana dari Labuan Bajo ke Hongkong dan Singapura


Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Ende telah berhasil memfasilitasi ekspor bubuk daun kelor (moringa powder) untuk pertama kalinya.


Melansir Sinar Harapan, produk pertanian ini dikirim dari Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, ke pasar internasional, yakni Hongkong dan Singapura. Total volume ekspor mencapai 24 kilogram dengan nilai sekitar Rp 24 juta.

Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Kostan, M.M. , Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, dalam rilis resminya pada Senin (27/09/2021).

Proses Sertifikasi Sebelum Ekspor
Sebelum memperoleh Phytosanitary Certificate (PC), Karantina Pertanian Ende melalui Wilayah Kerja Labuan Bajo telah melakukan berbagai prosedur karantina.


Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan fisik dan administrasi untuk memastikan produk pertanian tersebut memenuhi standar negara tujuan.

Potensi Daun Kelor di Flores
Pulau Flores dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelor terbesar di Indonesia. Daun kelor telah lama dikonsumsi masyarakat setempat sebagai sayuran dan juga digunakan sebagai bahan obat tradisional.

Karantina Pertanian Ende terus berkomitmen mendukung program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian.

Dengan potensi besar dalam sektor perkebunan di wilayah Flores dan Lembata, mereka optimistis ekspor produk pertanian dapat terus meningkat melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Ekspor Daun Kelor ke Berbagai Negara
Sebelumnya, ekspor daun kelor juga telah difasilitasi oleh Karantina Pertanian Semarang dan Medan ke Singapura dan Australia.

Berdasarkan data dari aplikasi i-Mace (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports), sertifikasi ekspor daun kelor juga telah dilakukan dengan tujuan Jepang, Selandia Baru, Jerman, dan beberapa negara lainnya. Hingga tahun 2021, total volume ekspor kelor nasional telah mencapai 11,88 ton ke berbagai negara.

Peluang Besar bagi Komoditas Pertanian Lain
Kostan berharap ekspor dari Flores tidak hanya terbatas pada produk kelor, tetapi juga dapat meluas ke komoditas lain seperti kopi, kakao, biji mete, sarang burung walet, porang dan berbagai hasil pertanian lainnya.


Dengan terbukanya peluang pasar yang luas, informasi mengenai ekspor dapat diakses melalui aplikasi i-Mace, yang menyediakan data mengenai potensi dan pasar ekspor komoditas pertanian Indonesia.