Raw Cacao Powder Timurasa Indonesia
Studi Ungkapkan Cokelat Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Cokelat menjadi makanan yang banyak dicari saat mendekati Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak flavonoid, yang terdapat dalam cokelat, dapat dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner.
Sebagian besar cokelat dikelompokkan ke dalam salah satu dari tiga jenis: cokelat susu, cokelat hitam, atau cokelat putih. Tingkat kehitaman cokelat ditentukan oleh jumlah padatan kakao yang berasal dari biji kakao, yang dicampur dengan mentega kakao dan gula.
Cokelat susu, yang paling digemari di Amerika, umumnya mengandung sekitar 10 persen cairan kakao – yaitu pasta yang dihasilkan dari biji kakao yang digiling, dipanggang, dikupas, dan difermentasi, yang terdiri dari padatan kakao tanpa lemak dan mentega kakao – sementara cokelat hitam mengandung minimal 35 persen cairan kakao. Untuk mengetahui jumlah cairan kakao dalam cokelat hitam, pembeli dapat melihat angka "persen kakao" yang tertera pada label. Kakao merupakan bentuk cokelat yang masih mentah, sedangkan kakao adalah hasil pemanasan dari kakao tersebut.
Cokelat putih hanya mengandung mentega kakao – tanpa adanya padatan kakao – yang dicampur dengan gula dan bahan-bahan lain. (Bagi banyak orang, cokelat putih bahkan tidak dianggap sebagai cokelat sejati.)
Sebatang cokelat hitam standar dengan kandungan kakao 70 hingga 85 persen mengandung sekitar 600 kalori dan 24 gram gula, berdasarkan data nutrisi dari Departemen Pertanian AS. Cokelat susu memiliki jumlah kalori yang hampir sama, tetapi kandungan gulanya dua kali lipat lebih tinggi.
Kandungan padatan kakao dalam cokelat hitam penting karena dapat menunjukkan jumlah flavonoid, yaitu antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan beberapa minuman. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi flavonoid yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner.
Menurut www.heart.org, sebagian besar cokelat hitam memiliki kandungan flavonoid yang tinggi, khususnya subtipe yang disebut flavanol, yang dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat atau kakao dikaitkan dengan penurunan risiko resistensi insulin dan tekanan darah tinggi pada orang dewasa.
Studi terbaru menunjukkan bahwa dosis flavanol yang optimal untuk memperoleh manfaat kesehatan jantung mungkin lebih tinggi daripada yang terkandung dalam cokelat hitam yang biasa dikonsumsi. Meskipun demikian, cokelat tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi kesehatan jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis flavanol yang paling efektif dan bentuk suplemen flavanol yang paling aman.
