Foto: kumparan
Inovasi Pengolahan Daun Kelor untuk Mengatasi Stunting di Desa Pandanmulyo
Tingginya angka stunting di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal.
Melansir ub.ac.id (Universitas Brawijaya), salah satu penyebab utama adalah maraknya pernikahan dini yang berdampak pada minimnya pengetahuan orang tua tentang pencegahan stunting pada anak. Upaya untuk mengurangi angka stunting terus dilakukan oleh kader desa melalui berbagai penyuluhan.
Sebelumnya, masyarakat setempat telah memanfaatkan tanaman kelor yang tumbuh di kawasan D’Embung Park dengan mengolahnya menjadi jelly.
Tetapi produksi jelly ini hanya dilakukan pada acara tertentu, sehingga belum dikelola secara massal.
Melihat potensi tersebut, Tim PKM FTP UB yang terdiri dari Sania Azmi Aniqoh dan Rizal Romadlon menciptakan inovasi baru dalam pengolahan kelor agar lebih tahan lama dan mudah dimanfaatkan.
Selain membantu pemenuhan gizi, inovasi ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang ada serta bimbingan dari Dr. Ir. Sandra Malin Sutan, MS., tim ini mengembangkan ide untuk mengolah daun kelor menjadi bubuk kelor.
Proses produksi bubuk kelor ini memanfaatkan kelor yang tumbuh di D’Embung Park, sehingga dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dalam mengatasi masalah stunting di desa tersebut.
