Foto: solopos
Ketapang, Sentra Jambu Mete dan Produksi Kacang Mete yang Menguntungkan
Selain terkenal sebagai daerah penghasil berbagai olahan hasil laut seperti petis dan ikan asin, Kecamatan Ketapang juga memiliki reputasi sebagai penghasil jambu mete.
Melansir Radar Madura, banyak desa di wilayah ini, seperti Desa Paopale Daya, Ketapang Laok, dan Bunten Timur, menjadikan jambu mete sebagai komoditas andalan mereka.
Tidak hanya menanam jambu mete, masyarakat di Kecamatan Ketapang juga banyak yang mengolahnya menjadi kacang mete.
Produk ini menjadi sumber pendapatan utama dengan omzet yang bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan. Popularitas kacang mete yang disukai oleh semua kalangan menjadi salah satu pendorong bisnis ini.
Salah satu pelaku usaha di bidang ini adalah Abd. Rohim, warga Desa Paopale Daya. Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Rohim bercerita bahwa dalam satu kali produksi ia bisa memproses hingga 10 ton bahan baku.
Bahan tersebut sebagian besar berasal dari kebunnya sendiri, sementara sisanya dibeli dari warga setempat.
"Desa Paopale Daya memang dikenal sebagai pusat produksi kacang mete. Dalam sekali produksi, saya bisa menggunakan bahan baku hingga 7–10 ton," ungkap Rohim.
Rohim memproduksi dua jenis kacang mete: kacang mete mentah dan kacang mete siap saji. Kacang mete mentah biasanya dijual ke tengkulak dalam jumlah besar, sementara produk siap saji dipasarkan dalam kemasan 10 kilogram, sesuai permintaan pelanggan.
Untuk membuat kacang mete yang lezat, Rohim menggunakan bumbu seperti bawang putih, daun jeruk, dan berbagai rempah lainnya.
Proses produksinya dimulai dengan mengupas kulit kacang mete, kemudian menjemurnya hingga kering. "Kalau untuk kacang mete mentah, setelah dijemur langsung bisa dijual. Tetapi untuk kacang mete siap saji, harus diberi bumbu dan digoreng terlebih dahulu," jelasnya.
