Kacang Kenari Timurasa Indonesia
Pohon Kenari, Bagian Penting Kehidupan Masyarakat Maluku Utara
Di Maluku Utara, selain rempah-rempah seperti cengkih dan pala, pohon kenari menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Melansir kabarpulau.co.id, buah kenari sering diolah menjadi bahan campuran kue, obat tradisional, hingga minyak.
Di Pulau Makian, Halmahera Selatan, pohon kenari menjadi sumber penghidupan utama bagi warga. Pendapatan dari pohon ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan, bahkan menabung untuk naik haji.
Banyak penduduk Makian percaya bahwa kenari merupakan tanaman asli pulau tersebut. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa keberadaan kenari di Makian memiliki hubungan erat dengan sejarah perdagangan cengkih di era kolonial.
Menurut Irfan Ahmad, dosen sejarah Universitas Khairun Ternate, keberadaan kenari di Makian tidak terlepas dari pengaruh kolonial. Dalam laporan Gubernur Antonio Galvao yang tercantum di History Das Maluccas, Pulau Makian dikenal sebagai penghasil cengkih berkualitas tinggi.
Popularitas cengkih ini membuat pulau tersebut menjadi rebutan banyak pihak, termasuk kolonial Portugis dan Belanda.
Ketika Belanda melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) kesulitan mengendalikan perdagangan cengkih, mereka memulai kebijakan hongitochten atau penebangan massal pohon cengkih pada 1652-1654.
Di Pulau Makian, masyarakat dijebak dengan tawaran membeli batang dan akar cengkih dengan harga tinggi. Sebagai gantinya, VOC memperkenalkan pohon kenari sebagai tanaman pengganti.
Menariknya, pada abad ke-19, pohon kenari mulai menunjukkan nilai ekonominya. Kolonial Belanda bahkan mengajarkan cara mengolah biji kenari menjadi minyak goreng, jauh sebelum masyarakat Makian mengenal minyak kelapa.
Seiring waktu, kenari menjadi sumber kehidupan yang tak tergantikan bagi warga setempat.
Kini pohon kenari menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pulau Makian, khususnya di 15 desa yang ada di pulau tersebut.
Di Desa Samsuma, misalnya, pohon kenari tumbuh subur mulai dari pesisir hingga pegunungan. Bahkan, banyak pohon kenari yang telah berusia ratusan tahun tetap menghasilkan buah.
Usman Hi Hamadi, seorang tokoh masyarakat Samsuma, menjelaskan bahwa pohon kenari mulai berbuah setelah berumur lima hingga tujuh tahun.
Dalam satu tahun, pohon kenari dapat berbuah dua kali, meskipun tidak serentak seperti musim cengkih. “Panen dilakukan berkali-kali karena pohon-pohon kenari berbuah tidak bersamaan,” ujarnya.
Usman juga menambahkan bahwa kenari yang tumbuh di Pulau Makian memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan kenari dari daerah lain. Meskipun alasan pastinya tidak diketahui, warga setempat meyakini bahwa kenari Makian memiliki keunikan tersendiri.
Menurut berbagai referensi, kenari merupakan tanaman yang berasal dari wilayah timur Malesia, seperti Indonesia, Papua Nugini, Filipina, hingga kawasan Pasifik seperti Vanuatu dan Pulau Solomon.
Di Indonesia, terdapat dua spesies utama, yaitu Canarium vulgare dan Canarium indicum, sementara spesies lainnya seperti Canarium ovatum lebih banyak ditemukan di luar negeri.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Kementerian Pertanian mencatat bahwa kenari juga tumbuh di negara-negara lain seperti Madagaskar, Nigeria Selatan, Cina Selatan, dan India.
Dengan lebih dari 30 spesies yang tersebar di seluruh dunia, kenari menjadi salah satu tanaman bernilai ekonomi tinggi.
Pohon kenari dikenal sebagai tanaman tropis yang tumbuh subur di berbagai jenis tanah, mulai dari tanah liat hingga berpasir, di dataran rendah hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
Tinggi pohonnya dapat mencapai 45 meter dengan banir besar yang lebar. Selain menghasilkan buah dengan kandungan lemak dan protein tinggi, kayu kenari juga digunakan untuk konstruksi ringan, dan resin yang dihasilkan sering dimanfaatkan untuk bahan parfum karena aroma harumnya.
Pohon kenari tidak hanya menjadi pelindung alam Pulau Makian, tetapi juga menjadi simbol kelangsungan hidup masyarakatnya.
Dengan potensi ekonominya yang besar, kenari menjadi salah satu tanaman yang terus dibudidayakan dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Keunikan rasa kenari Makian, usianya yang panjang, serta nilai ekonominya yang tinggi menjadikan pohon ini sebagai aset yang berharga bagi warga Pulau Makian.
Bagi mereka, kenari bukan sekadar pohon, melainkan pohon kehidupan yang mendukung keberlangsungan hidup di pulau tersebut.
