Foto: pixabay
Tanaman Potensial Yang Dapat Dijadikan Bahan Bakar Alternatif
Indonesia memiliki tanaman potensial yang dapat menjadi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM), yaitu sorgum.
Melansir cnbcindonesia.com, tanaman ini kini tengah dimaksimalkan oleh PT Pertamina (Persero) sebagai bahan baku bioetanol, yang nantinya akan digunakan untuk campuran bahan bakar jenis bensin. Sorgum dianggap mampu mendukung upaya Indonesia dalam mencapai swasembada pangan dan energi.
Oki Muraza, Senior Vice President (SVP) Teknologi Inovasi PT Pertamina, menjelaskan bahwa penggunaan tebu sebagai bahan bioetanol kerap menimbulkan konflik karena tebu juga dibutuhkan untuk memproduksi gula.
Hal ini berbeda dengan sorgum, yang memiliki keunggulan sebagai tanaman serbaguna.
Biji sorgum dapat diolah menjadi tepung atau beras sebagai pengganti gandum, sementara batangnya menghasilkan bioetanol. "Dengan sorgum, kita bisa mendukung sektor pangan dan energi secara bersamaan. Biji sorgum membantu mengurangi impor gandum, sedangkan batangnya mengurangi ketergantungan pada BBM impor," ujar Oki dalam acara Energy Corner yang diadakan oleh CNBC Indonesia pada Selasa.
Namun, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah meningkatkan kapasitas produksi sorgum di tingkat nasional.
Untuk itu, Pertamina sedang memfokuskan upaya pada pengembangan budidaya tanaman ini.
Sebagai langkah awal, Pertamina telah memulai proyek percontohan budidaya sorgum di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Proyek ini menggunakan data geospasial untuk menentukan lahan yang cocok bagi pengembangan tanaman tersebut.
“Kami mengidentifikasi ketersediaan lahan melalui geospasial, melihat potensi lahan pertanian, dan mencocokkan karakteristik tanah dengan kebutuhan tanaman sorgum.
Targetnya, hasil dari pilot project ini dapat dioptimalkan. Biji sorgum akan dimanfaatkan sebagai pangan lokal untuk petani, didistribusikan, atau bahkan diekspor untuk mengurangi impor gandum. Sedangkan batangnya akan diolah menjadi bioetanol,” jelas Oki.
Dengan pengembangan ini, sorgum diharapkan mampu menjadi solusi bagi ketahanan pangan dan energi Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar maupun gandum.
