Dapatkah Nutrisi Daun Kelor Menggantikan Susu Dalam Program Makan Bergizi Gratis? Dapatkah Nutrisi Daun Kelor Menggantikan Susu  Dalam Program Makan Bergizi Gratis?

Foto: pixabay

  • RAA
  • Senin, 30 Desember 2024 - 10:59 WIB

Dapatkah Nutrisi Daun Kelor Menggantikan Susu Dalam Program Makan Bergizi Gratis?


Setelah melalui tahap uji coba sejak bulan Agustus 2024, program makan bergizi gratis siap diluncurkan secara penuh pada 2 Januari 2025. Salah satu perubahan signifikan dalam program ini adalah penggantian pemberian susu dengan daun kelor. Pemerintah berharap kombinasi telur dan daun kelor dapat memenuhi kebutuhan gizi yang sebelumnya diperoleh dari susu.

Apakah daun kelor dapat dapat menggantikan susu? Berikut manfaat Kesehatan daun kelor.

Bergizi Tinggi
Satu cangkir daun kelor (21 gram) mengandung 2 gram protein, vitamin B6, vitamin C, zat besi, riboflavin, vitamin A, magnesium, dan asam klorogenat.

Menurunkan kolesterol
Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Penelitian menyebutkan bahwa daun kelor dapat memberikan efek penurunan kolesterol yang serupa.

Melindungi dari keracunan arsenic
Pencemaran arsenik pada sumber makanan dan minuman merupakan masalah global yang serius. Paparan terus-menerus terhadap kadar arsenik yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang. Menariknya, beberapa penelitian pada tikus telah menunjukkan bahwa daun dan biji daun kelor dapat melindungi dari beberapa efek keracunan arsenik.

Menurunkan kadar gula darah
Studi pada 30 wanita menunjukkan bahwa konsumsi 7 gram bubuk daun kelor setiap hari selama 3 bulan secara signifikan menurunkan kadar gula darah puasa. Hasil serupa juga ditemukan pada penelitian kecil yang melibatkan 6 penderita diabetes, di mana penambahan 50 gram daun kelor pada makanan mampu mengurangi kenaikan gula darah pasca makan.