Proses Pembuatan Gula Aren di Kampung Sukaraja  Proses Pembuatan Gula Aren di Kampung Sukaraja

Foto: tokopedia

  • RAA
  • Rabu, 25 Desember 2024 - 11:03 WIB

Proses Pembuatan Gula Aren di Kampung Sukaraja


Seorang pria asal Belanda mengunjungi Kampung Sukaraja, Jawa Barat, untuk mengetahui lebih jauh tentang cara pembuatan gula aren. 

Dilansir dari merdeka, rasa penasarannya membawanya langsung ke rumah salah satu warga yang setiap hari memproduksi gula aren secara tradisional.  

Setibanya di lokasi, pria Belanda tersebut berkesempatan mencicipi air nira segar yang baru saja diambil dari pohon aren.

Ia tampak menikmati minuman tersebut dan memuji rasa segar dan manisnya. Selain mencicipi, ia juga mendengarkan penjelasan langsung dari petani gula mengenai proses panjang pembuatan gula aren.  

Antusias Mengunjungi Kampung Gula Aren
Momen ini diabadikan dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Bule Belanda Official. Dalam video tersebut, pria tersebut terlihat sangat antusias saat tiba di Kampung Sukaraja.  

“Kami baru sampai di Kampung Sukaraja. Di sini ada pembuat gula aren. Mari kita lihat proses pembuatannya!” katanya dengan semangat.  

Mencicipi Air Nira Langsung dari Pohon
Saat tiba di rumah pembuat gula, pria Belanda itu langsung disuguhi air nira segar yang baru diambil dari pohon aren. Ia mencicipinya dan terlihat terkesan dengan rasanya.  

“Rasanya segar sekali. Warnanya juga berbeda, lebih kental, dan rasanya lebih manis,” ungkapnya dengan penuh kekaguman.  

Penjelasan dari Petani Gula Aren
Petani gula yang ditemui pria Belanda itu bernama Sensen. Ia menjelaskan secara detail proses pembuatan gula aren, dimulai dari penyadapan bunga pohon aren untuk mendapatkan air nira.  

“Prosesnya dimulai dari pohon aren, yang diambil itu bunganya, bukan buahnya. Bunganya disadap hingga mengeluarkan air, kemudian airnya ditampung. Setelah itu, direbus sampai mendidih dan mengental,” jelas Sensen.  

Proses Perebusan Tradisional

Sensen juga menjelaskan bahwa proses perebusan air nira membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Untuk menghemat biaya, ia menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utama, bukan gas.  

“Kalau pakai kayu bakar lebih hemat. Kalau pakai gas, biayanya terlalu mahal,” tambah Sensen.  

Pengalaman Langsung di Kebun Aren
Setelah mendengarkan cerita dari Sensen, pria Belanda itu diajak langsung ke kebun untuk melihat proses pengambilan air nira. Ia tampak sangat menikmati pengalaman tersebut dan merasa antusias mencoba kegiatan yang baru baginya.  

Pengalaman pria Belanda ini menunjukkan keunikan budaya lokal dan keahlian tradisional dalam memproduksi gula aren, sekaligus memperlihatkan potensi besar dari produk khas Indonesia ini.