Pemerintah Kabupaten Purwakarta Gali Potensi Sorgum Pemerintah Kabupaten Purwakarta Gali Potensi Sorgum

Foto: tokopedia

  • RAA
  • Jumat, 06 Desember 2024 - 09:29 WIB

Pemerintah Kabupaten Purwakarta Gali Potensi Sorgum


Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus menggali potensi pangan alternatif guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu yang kini dikembangkan adalah budidaya sorgum (Sorghum bicolor) atau cantel.  

Dilansir dari republika, Bupati Purwakarta menyampaikan bahwa Dinas Pangan dan Pertanian telah menyiapkan lahan untuk budidaya sorgum di Desa Ciwareng, Kecamatan Babakancikao.

"Lahan tersebut sudah mulai ditanami sorgum. Harapannya, sorgum ini dapat menggantikan gandum impor sebagai bahan baku pembuatan tepung," ungkapnya.  

Selain di Babakancikao, kawasan Sukasari dan Sukatani juga diproyeksikan sebagai wilayah pengembangan sorgum di Purwakarta.  

Namun bupati mengakui adanya tantangan dalam pemasaran sorgum. Banyak petani mengeluhkan kesulitan menjual hasil panennya. "Sebenarnya, jika sorgum diolah menjadi produk bernilai tambah seperti produk UMKM, nilai ekonominya bisa meningkat drastis," jelasnya.  

Saat ini, petani sering langsung menjual sorgum setelah dipanen, sehingga harganya relatif rendah. Untuk sorgum kering, harga berkisar Rp3.000-Rp3.500 per kilogram, sedangkan untuk batangnya hanya sekitar Rp300-Rp400 per kilogram.  

"Salah satu penyebabnya adalah kurangnya teknologi pengolahan. Jika sorgum hanya dijual tanpa diolah, bahkan sering menjadi pakan ternak jika sulit terjual," tambahnya.  

Sebagai solusi, pihaknya berencana bekerja sama dengan Jurusan Teknologi Pangan Universitas Pasundan untuk mengembangkan produk turunan dari sorgum. Menurutnya, sorgum memiliki kandungan gizi yang unggul dibandingkan beras dan gandum.  

"Kandungan zat besi pada sorgum dapat membantu penderita anemia. Selain itu, sorgum bebas gluten, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita alergi atau autoimun," jelasnya.  

Bupati juga menyoroti kandungan serat pada sorgum yang lebih tinggi dibandingkan beras, dengan kadar karbohidrat yang seimbang dan protein yang cukup. "Jika diolah menjadi roti atau kue kering, hasilnya lebih enak dan renyah," katanya.  

Iklim kering dan panas di Purwakarta dinilai sangat cocok untuk budidaya sorgum, sehingga komoditas ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan di daerah tersebut.