Lindungi Tubuh Dari Dampak Stres Dengan Cokelat & Teh Hijau Lindungi Tubuh Dari Dampak Stres Dengan Cokelat & Teh Hijau

Cokelat Bubuk Timurasa Indonesia

  • RAA
  • Minggu, 24 November 2024 - 20:00 WIB

Lindungi Tubuh Dari Dampak Stres Dengan Cokelat & Teh Hijau


Siapa sangka, secangkir cokelat panas atau teh hijau bisa menjadi penangkal stres yang efektif? Penelitian terbaru membuktikan bahwa flavanol dalam minuman ini dapat melindungi tubuh dari dampak buruk stres, terutama setelah makan makanan berlemak.

Penelitian sebelumnya sudah menunjukkan bahwa makanan berlemak bisa mengganggu pemulihan pembuluh darah setelah kita stres," kata Dr. Catarina Rendeiro. "Dalam penelitian ini, kami ingin melihat apakah menambahkan makanan kaya flavanol, seperti cokelat hitam atau teh hijau, bisa mengurangi dampak negatif lemak terhadap pembuluh darah saat kita sedang stres."

Penelitian ini melibatkan 23 peserta sehat yang diminta untuk mengonsumsi sarapan standar berupa dua croissant mentega dengan keju dan susu. Setelah sarapan, para peserta secara acak diberi minuman cokelat panas dengan kadar flavanol yang telah ditentukan, baik tinggi maupun rendah.

Setelah masa istirahat, para peserta diberikan tugas kognitif yang menantang, yaitu tes matematika mental dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap selama delapan menit. Tes ini dirancang untuk memicu respons stres. Selama tugas dan saat istirahat, para peneliti menggunakan alat pengukur untuk memantau berbagai parameter fisiologis, termasuk aliran darah perifer, frekuensi jantung, tekanan darah, dan oksigenasi prefrontal korteks.

Dengan menggunakan teknik Brachial Flow-Mediated Dilatation (FMD), para peneliti mengevaluasi fungsi endotel vaskular peserta. Tes ini mengukur perubahan diameter arteri brakialis sebagai respons terhadap peningkatan aliran darah secara lokal. Nilai FMD yang lebih tinggi mengindikasikan fungsi endotel yang lebih baik dan risiko kardiovaskular yang lebih rendah.

Tes FMD mengukur seberapa besar arteri brakialis melebar ketika aliran darah meningkat. Nilai tes yang lebih tinggi menunjukkan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Baca Juga: KPU Antisipasi TPS Rawan Banjir di Hari Pencoblosan Pilwalkot Bandung Hasil tes FMD menunjukkan peserta yang mengonsumsi minuman rendah flavanol mengalami penurunan fungsi vaskular, yang berlangsung hingga 90 menit setelah peristiwa stres. Sebaliknya, hasil tes FMD peserta yang mengonsumsi cokelat panas tinggi flavanol secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi minuman cokelat rendah flavanol pada 30 maupun 90 menit setelah periode stres.