Mahasiswa & Mahasiswi IPB Kembangkan Sorgum Di Lombok Barat Mahasiswa & Mahasiswi IPB Kembangkan Sorgum Di Lombok Barat

Foto: medco

  • RAA
  • Rabu, 20 November 2024 - 18:17 WIB

Mahasiswa & Mahasiswi IPB Kembangkan Sorgum Di Lombok Barat


Sorgum menjadi salah satu tanaman yang sedang dikembangkan sebagai alternatif pengganti beras di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar). 


Dilansir dari gatra.com, upaya pengembangan sorgum di area seluas tiga hektar ini dilakukan bekerja sama dengan kelompok tani setempat.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dan mahasiswi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tengah menjalani program magang dan praktik kerja lapangan (PKL) di Lombok.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lobar, H. Mohammad Amin, menyatakan bahwa proyek pengembangan sorgum ini masih dalam tahap uji coba di lahan seluas tiga hektar.

“Pengembangan sorgum ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan alternatif pangan pengganti beras.

Dengan bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun, kebutuhan akan lahan untuk perumahan juga meningkat, sehingga lahan produktif semakin menyempit akibat alih fungsi,” ujarnya, Selasa.

Ia menambahkan bahwa banyak petani kehilangan lahan pertanian, sementara kebutuhan pangan tetap tinggi. Dalam kondisi ini, impor beras menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Amin menilai pentingnya program budidaya sorgum sebagai salah satu bahan pangan lokal yang bisa menjadi alternatif selain jagung, ubi, dan lainnya.

Sorgum memiliki berbagai manfaat karena mengandung gizi, karbohidrat, protein, lemak, serat, dan mikronutrien.

“Selain itu, batang sorgum dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bahan baku biodiesel. Budidayanya pun cukup sederhana dan bisa tumbuh di lahan kering maupun basah,” jelasnya.

Amin juga menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan anggota kelompok tani di Dusun Ketapang, Desa Batu Putih.


Proyek ini turut didukung oleh 14 mahasiswa dan mahasiswi IPB yang berperan aktif dalam pengembangan budidaya sorgum di desa tersebut.

Kepala Desa Batu Putih, Fajrin, mengatakan bahwa sorgum sebenarnya sudah dikenal sejak lama dan pernah dibudidayakan oleh generasi sebelumnya sebagai tanaman sela. 

Saat ini sorgum dapat dibudidayakan secara lebih profesional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tanaman ini memiliki banyak manfaat dan potensi pasar yang baik, baik untuk skala lokal, nasional, maupun ekspor.

“Sebagai Kepala Desa, saya berharap pengembangan sorgum di Desa Batu Putih dapat membawa kemajuan ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa budidaya sorgum juga mendukung program pariwisata dan program lain di desa tersebut. Fajrin berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat bersinergi untuk mendukung program ini.

“Biji sorgum bisa diolah menjadi berbagai produk pangan pengganti nasi, seperti sereal, bubur, tepung, roti, kue, dan sirup. Saya siap menampung hasil produksi sorgum berapa pun jumlahnya,” tuturnya.