Kacang Mete & Berbagai Potensi Kesehatannya Kacang Mete & Berbagai Potensi Kesehatannya

Foto: hellosehat

  • RAA
  • Rabu, 20 November 2024 - 11:52 WIB

Kacang Mete & Berbagai Potensi Kesehatannya


Kacang mete, atau dikenal secara ilmiah sebagai Anacardium occidentale L. adalah tanaman tropis yang tumbuh subur di Indonesia dan berbagai negara beriklim tropis lainnya.

Dilansir dari kanalpengetahuan.farmasi.ugm.ac.id, tanaman ini berasal dari Brasil dan telah menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.

Bagian yang sering dimanfaatkan adalah bijinya, yang dikenal sebagai kacang mete, meskipun secara teknis itu adalah buah sejati. Sementara itu, bagian yang sering dianggap buah mete sebenarnya adalah buah semu.  

Untuk dapat dikonsumsi, kacang mete harus melalui proses pemisahan dari cangkangnya. Sayangnya, cangkang mete seringkali dibuang tanpa diolah lebih lanjut.

Sebetulnya limbah cangkang mete berpotensi mencemari lingkungan karena kandungan fenolnya yang tinggi. Fenol ini dapat membahayakan organisme lain, khususnya yang hidup di perairan.

Namun cangkang mete juga menyimpan potensi luar biasa sebagai bahan obat alami, termasuk untuk mengatasi karies gigi akibat plak atau biofilm.  

Cairan Cangkang Mete (CNSL)
Ekstraksi cangkang mete menghasilkan Cashew Nut Shell Liquid (CNSL), cairan yang kaya akan senyawa fenol rantai panjang .

CNSL mengandung senyawa fenolik dengan struktur kimia unik, yaitu rantai alkil sepanjang 15 atom karbon pada posisi meta terhadap gugus hidroksilnya.

Rantai ini memiliki tingkat ketidakjenuhan yang bervariasi, dari tanpa ikatan rangkap hingga tiga ikatan rangkap dengan konfigurasi cis pada karbon ke-8, 11, dan/atau 14.

Komposisi fenolik CNSL meliputi sekitar 70% asam anakardat, 18% cardol, dan 5% cardanol, dengan sedikit senyawa fenolik lainnya. 

Komposisi ini dapat berbeda tergantung pada metode ekstraksi yang digunakan. CNSL alami, yang diperoleh melalui metode pelarutan seperti Soxhlet, superkritis, atau maserasi, mempertahankan komposisi asli senyawa di alam.

Dalam CNSL alami, kandungan utama adalah asam anakardat (60–70%), diikuti oleh cardols (10–20%), cardanols (3–10%), dan 2-methylcardols (2–5%).  

Di sisi lain, CNSL teknis adalah hasil sampingan dari industri pengolahan kacang mete. Karena tujuan utama industri ini adalah menghasilkan kernel kacang mete, CNSL menjadi produk sekunder.

Komposisi CNSL dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografis, iklim, kondisi tanah, dan metode ekstraksi yang digunakan.

Faktor-faktor seperti jenis pelarut, suhu, dan waktu ekstraksi memengaruhi konsentrasi senyawa dalam produk akhir.

Potensi CNSL dalam Bidang Pengobatan
CNSL memiliki nilai yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai bahan obat. Salah satu senyawa utamanya, asam anakardat, menunjukkan aktivitas biologis yang signifikan. 

Hal ini membuka peluang untuk mengembangkan pengobatan alami yang efektif, terutama untuk mengatasi resistensi antimikroba.  

Sebagai contoh, penggunaan CNSL dalam pengobatan karies gigi menjadi solusi yang menarik dibandingkan bahan kimia sintetis seperti klorheksidin.

Penggunaan jangka panjang klorheksidin seringkali menimbulkan efek samping seperti rasa tidak nyaman dan perubahan warna gigi. 

Dengan sifat antimikroba alami, CNSL menawarkan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan untuk pengobatan kesehatan gigi dan mulut.  

Potensi cangkang mete sebagai bahan dasar pengobatan alami memberikan harapan baru dalam pengembangan terapi berbasis bahan alam. 

Dengan eksplorasi lebih lanjut, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ini dapat diubah menjadi produk berharga yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.