Kue-Kue Tradisional Khas Maluku Kue-Kue Tradisional Khas Maluku

Foto: cookpad

  • RAA
  • Jumat, 15 November 2024 - 09:42 WIB

Kue-Kue Tradisional Khas Maluku


Talam sagu dan pisang asar kenari adalah dua jenis kue tradisional khas dari Maluku yang dikenal memiliki rasa gurih dan manis.

Dilansir dari antaranews.com, salah satu penjual kue tradisional ini, Sasrir Salehu, menjelaskan bahwa talam sagu dibuat dari bahan dasar sagu lempeng dan gula merah, sementara pisang asar kenari terbuat dari pisang dan kenari. 

“Talam sagu merupakan kue tradisional yang tidak hanya populer secara lokal, tetapi juga dikenal di tingkat nasional. Bahkan, kue ini sering menjadi sajian wajib dalam berbagai acara di Maluku,” ujar Sasrir.

Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan talam sagu cukup sederhana. Sagu lempeng direndam beberapa menit, kemudian ditiriskan hingga halus.

Setelah itu, sagu dicampur dengan gula merah, santan, dan rempah-rempah khas Maluku, lalu dimasak hingga matang.

Setelah adonan matang, kue dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam cetakan berbahan daun pandan dan didinginkan sebelum ditaburi kenari di atasnya.

Menurut Sasrir, kue talam sagu dengan cetakan daun pandan lebih disukai konsumen dibandingkan dengan cetakan berbahan mika atau lainnya.

Di sisi lain, pembuatan pisang asar kenari memiliki proses yang berbeda. “Kue pisang asar kenari didominasi oleh bahan pisang dan kenari, dengan cita rasa manis pisang yang berpadu sempurna dengan gurihnya kenari,” ujar Sasrir.

Ia menjelaskan bahwa jenis pisang yang digunakan adalah pisang raja yang mudah ditemukan di Maluku. Proses pembuatannya dimulai dengan membelah pisang menjadi dua, kemudian ditaburi dengan campuran kenari, susu, dan telur.

Pisang tersebut kemudian diasar selama sekitar 40-60 menit dengan api sedang hingga matang dan siap disajikan.

Harga kue talam sagu dijual seharga Rp2.500 per buah, sedangkan pisang asar kenari dibanderol dengan harga Rp5.000 per buah.

Sasrir juga menyebutkan bahwa kue-kue ini banyak dipesan oleh instansi pemerintah kota dan provinsi, serta berbagai kampus seperti Universitas Pattimura dan Politeknik Negeri Ambon.

“Saya berharap talam sagu dan pisang asar kenari bisa lebih dikenal, tidak hanya di Maluku, tetapi juga di seluruh Indonesia bahkan internasional. Saya juga berharap semakin banyak acara yang diadakan di Maluku agar pesanan kue meningkat,” tambahnya.