Peranan Penting Kenari Khas Maluku Dalam Kehidupan Masyarakat Peranan Penting Kenari Khas Maluku Dalam Kehidupan Masyarakat

Kenari Timurasa Indonesia

  • RAA
  • Selasa, 12 November 2024 - 15:29 WIB

Peranan Penting Kenari Khas Maluku Dalam Kehidupan Masyarakat


Kenari khas Maluku yang berukuran kecil memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat, baik sebagai sumber pendapatan tambahan maupun sebagai bahan pangan.

Pohon kenari banyak ditemukan di wilayah Maluku dan menjadi komoditas penting di sana.

Dilansir dari antaranews.com, kenari Maluku dapat diolah menjadi berbagai makanan. Sepuluh alumni MasterChef Indonesia (MCI) telah menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah kenari, seperti Mariska Tracy (alumni MCI musim ketujuh) yang membuat ayam gepuk dengan sambal kenari, hingga Desi Trisnawati (juara MCI musim kedua) yang membuat pie kenari.

Berikut adalah beberapa informasi menarik mengenai kenari Maluku yang penting diketahui sebelum diolah menjadi penganan khas, berdasarkan siaran pers di Jakarta.

Pelindung Pohon Pala
Hanatin Mudjid, Kepala Pemerintahan Negeri Lonthoir, menyatakan bahwa pohon kenari Maluku sangat bermanfaat dan produktif bagi masyarakat. Daun keringnya dapat dijadikan pupuk alami, biji kenari dapat dikonsumsi atau dijual, kulit biji dapat dimanfaatkan sebagai bahan arang, dan kayunya berguna untuk bahan bangunan atau kayu bakar.

Selain itu pohon kenari yang tinggi dengan batang besar berfungsi sebagai pelindung alami bagi pohon pala di sekitarnya.

Sumber Mata Pencaharian
Kenari sudah lama menjadi bagian penting dari sumber penghasilan masyarakat Maluku. Namun karena panen besar tidak berlangsung sepanjang tahun, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada kenari sebagai sumber pendapatan utama.

“Di lahan milik masyarakat biasanya terdapat berbagai tanaman rempah seperti cengkih, kayu manis, dan pala. Dengan begitu, mereka dapat menjual hasil rempah tersebut. Selain itu, ditanam pula sayuran sebagai sumber pangan lainnya,” kata Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa.

Kenari Maluku vs Kenari Impor
Mariska Tracy dari MCI musim ketujuh mengamati bahwa bentuk kenari Maluku berbeda dari kenari impor. Jika kenari impor berukuran besar dan memiliki bentuk bergelombang, kenari Maluku cenderung lebih kecil dan kulitnya lebih mudah dikupas.

“Saya baru tahu bahwa di Maluku ada kenari dengan harga lebih terjangkau dibandingkan kenari impor. Kenari ini bisa langsung dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurutnya, rasa kenari Maluku lebih gurih, mirip dengan kacang mete, dan memberikan kesan rasa yang lebih ‘mahal’.

Olahan Tradisional dan Modern
Masyarakat Maluku biasa memanfaatkan kenari sebagai campuran acar sayuran, sambal untuk ulang-ulang (semacam gado-gado), bahan kue, atau taburan untuk minuman khas Maluku seperti air guraka (sejenis wedang jahe). Dahulu, biji kenari juga dimanfaatkan untuk membuat minyak goreng.

Hanatin menyebutkan bahwa masyarakat Banda sering membuat halua kenari, camilan manis berbahan kenari dengan gula karamel. Sementara itu, Desi dan Mariska berinovasi dengan ide-ide baru, seperti pie kenari dan ayam gepuk dengan sambal kenari.

Desi terinspirasi membuat pie kenari dari pengalaman membuat pecan pie, mengganti kacang pecan dengan kenari untuk menciptakan rasa manis dan gurih. Mariska, di sisi lain, mencoba variasi seperti kue kenari dengan labu kuning dan sate ayam dengan sambal kacang kenari.

“Rasanya sangat enak. Kenari ini ternyata sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai hidangan gurih maupun manis,” kata Mariska. 

Menurutnya, kenari Maluku cocok digunakan dalam masakan internasional seperti sup, salad, pizza, quiche, pasta, bahkan saus steak. Desi menambahkan, kenari juga bisa menjadi bahan pengganti kacang pinus untuk pesto atau isian kue.