Kopi Americano dan Pengaruhnya pada Diet Kopi Americano dan Pengaruhnya pada Diet

Foto: gramedia

  • RAA
  • Rabu, 06 November 2024 - 10:15 WIB

Kopi Americano dan Pengaruhnya pada Diet


Belakangan ini, kopi Americano kembali ramai diperbincangkan di kalangan orang-orang yang memperhatikan pola diet dan kesehatan. 

Dilansir dari ottencoffee.co.id, bnyak yang berbagi pengalaman di media sosial tentang bagaimana kopi Americano menjadi bagian dari rutinitas diet mereka.

Kopi Americano dikenal sebagai alternatif rendah kalori dibandingkan minuman kopi yang mengandung susu.

Minuman ini menyajikan rasa kopi yang kaya tanpa tambahan gula atau susu yang meningkatkan kalori.

Hal ini membuatnya semakin populer di kalangan mereka yang ingin menurunkan berat badan tanpa mengorbankan kesenangan menikmati kopi.

Dalam program diet, kualitas asupan makanan dan minuman memainkan peran penting dalam keberhasilan penurunan berat badan. 

Setiap jenis konsumsi, baik makanan maupun minuman, memiliki dampak berbeda bagi tubuh dalam mendukung upaya diet.

Menurut sebuah studi yang mengamati data antara tahun 2003 hingga 2012 di kalangan orang dewasa Amerika, terdapat kaitan antara pola konsumsi makanan-minuman dan kualitas diet.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kopi dan minuman diet berkontribusi meningkatkan asupan kalori harian dari makanan tambahan atau discretionary foods.

Meski penelitian tersebut tidak merinci jenis kopi yang dikonsumsi, tren terbaru menunjukkan bahwa kopi Americano sering dipilih karena dianggap mampu mengurangi keinginan mengonsumsi makanan tidak sehat yang bisa mengganggu diet.

Kafein dalam kopi dipercaya memiliki mekanisme tertentu yang dapat membantu mengontrol atau menjaga berat badan.


Kafein dapat meningkatkan proses thermogenesis yang membantu mengurangi ukuran dan jumlah sel lemak dalam tubuh. 

Kopi juga dinilai bermanfaat dalam membantu penurunan berat badan pada orang dengan obesitas karena kemampuannya menghambat adipogenesis, yaitu proses pembentukan dan penyimpanan lemak dalam sel tubuh.

Studi ini mengamati bagaimana kafein bekerja dalam tubuh dan bagaimana pengaruhnya terhadap berat badan.

Kesimpulannya, kopi dapat membantu mengurangi berat badan melalui penghambatan pembentukan lemak dalam tubuh, meskipun tidak membakar kalori secara langsung.

Oleh karena itu, agar diet berjalan efektif, kopi sebaiknya dikombinasikan dengan asupan nutrisi seimbang dan olahraga teratur.

Penelitian lebih lanjut juga dilakukan untuk menilai efek konsumsi kopi terhadap pengaturan berat badan pada anak-anak.

Uji klinis ini melibatkan 48 anak usia 11 hingga 14 tahun, yang dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok yang minum kopi dua cangkir per hari (total 160 mg kafein), kelompok yang minum green tea tiga cangkir per hari (total 252 mg katekin dan 96 mg kafein), dan kelompok yang minum teh herbal tiga cangkir per hari.

Para peneliti mengamati perubahan dalam nutrisi yang diserap, Indeks Massa Tubuh (BMI), serta persentase lemak tubuh dalam periode tiga dan enam bulan pada masing-masing kelompok.

Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kopi memberikan pengaruh yang signifikan pada penurunan BMI anak dibandingkan dengan green tea dan teh herbal. 

Penurunan rata-rata BMI pada kelompok kopi adalah -9,2%, sementara pada kelompok green tea -2,3% dan teh herbal hanya -0,76%.

Konsumsi kopi secara rutin tampaknya dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dan mengurangi nafsu makan. 

Namun bagi mereka yang ingin memasukkan kopi dalam diet, penting untuk tetap mengonsumsi makanan bernutrisi untuk menjaga kualitas diet. Menjaga keseimbangan ini penting agar tubuh tetap sehat dan bugar.
 

Promo 11/11 kembali hadir, nantikan berbagai penawaran menarik untuk produk-produk terbaik Timurasa Indonesia, kunjungi marketplace kesayangan anda. Timurasa Indonesia tersedia di Tokopedia, Shopee, Lazada, & Blibli.