Apa Itu Kopi Anaerobik? Berikut Penjelasannya Apa Itu Kopi Anaerobik? Berikut Penjelasannya

Foto: detik

  • RAA
  • Minggu, 03 November 2024 - 14:00 WIB

Apa Itu Kopi Anaerobik? Berikut Penjelasannya


Dalam beberapa tahun terakhir, tren kopi spesialti terus berkembang, dengan para produsen kopi bereksperimen untuk menciptakan rasa-rasa baru melalui berbagai teknik pemrosesan biji kopi.

Salah satu metode yang tengah populer dan diminati oleh para pecinta kopi adalah fermentasi anaerobik.

Kopi yang diolah dengan metode ini menawarkan profil rasa yang kompleks, unik, dan terkadang mengejutkan. 

Apa itu Kopi Anaerobik?
Kopi anaerobik adalah kopi yang difermentasi dalam kondisi tanpa oksigen. Istilah "anaerobik" sendiri berasal dari kata "anaerob" yang berarti “tanpa udara.” Dalam dunia kopi, fermentasi anaerobik dilakukan dengan memasukkan biji kopi yang masih berada di dalam buah ceri ke dalam wadah kedap udara, yang membuat proses fermentasi berlangsung dalam kondisi tanpa oksigen.

Pada proses fermentasi tradisional, ceri kopi biasanya dibiarkan terbuka atau dalam tangki terbuka sehingga fermentasi terjadi secara alami dengan adanya udara.

Sebaliknya, pada fermentasi anaerobik, udara di dalam wadah dikeluarkan atau diminimalkan, menciptakan lingkungan yang mendorong perkembangan mikroorganisme tertentu yang tidak memerlukan oksigen untuk tumbuh.

Mikroorganisme inilah yang berperan penting dalam menghasilkan profil rasa yang khas pada kopi anaerobik.

Bagaimana Proses Fermentasi Anaerobik Dilakukan?

Proses fermentasi anaerobik umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:

1. Pemanenan Ceri Kopi
Ceri kopi yang dipetik adalah ceri matang berkualitas tinggi, karena kualitas biji sangat memengaruhi hasil akhir.
   
2. Fermentasi dalam Wadah Kedap Udara
Ceri kopi dimasukkan ke dalam wadah khusus yang tertutup rapat, seperti tangki baja atau plastik besar yang dirancang untuk fermentasi tanpa oksigen. Beberapa produsen menambahkan sedikit air untuk membantu fermentasi.
   
3. Pengaturan Tekanan dan Suhu
Di dalam tangki, suhu dan tekanan dipantau untuk memastikan fermentasi terjadi dengan kondisi yang diinginkan. Suhu dan tekanan yang terlalu tinggi bisa mengubah karakter rasa kopi secara berlebihan, sehingga pengontrolan yang tepat sangat penting.

4. Durasi Fermentasi
Proses fermentasi anaerobik bisa berlangsung mulai dari 24 jam hingga beberapa hari, tergantung pada jenis kopi dan cita rasa yang ingin dihasilkan. Semakin lama prosesnya, semakin kuat pula karakteristik rasa yang dihasilkan.

5. Pengeringan
Setelah fermentasi selesai, biji kopi dikeringkan dengan metode yang bisa bervariasi, seperti pengeringan sinar matahari atau oven, untuk menghentikan proses fermentasi dan menghindari pertumbuhan mikroba lebih lanjut.