Kelor: Superfood Lokal yang Kaya Manfaat Kelor: Superfood Lokal yang Kaya Manfaat

Foto: royco

  • RAA
  • Minggu, 27 Oktober 2024 - 21:15 WIB

Kelor: Superfood Lokal yang Kaya Manfaat


Peribahasa "Dunia tak selebar daun kelor" pasti sudah sering kita dengar. Arti dari peribahasa ini adalah bahwa dunia ini luas, tidak sempit seperti kecilnya daun kelor. 

Dilansir dari djkn.kemenkeu.go.id, memang benar, daun kelor berukuran kecil, dan mungkin kita sering melihatnya tanpa menyadari bahwa itu adalah daun kelor.

Kelor, atau dikenal secara ilmiah sebagai Moringa oleifera, sebenarnya adalah tanaman yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. 
Berdasarkan sejarahnya, tanaman ini berasal dari wilayah kaki Gunung Himalaya atau India Utara, kemudian menyebar hingga ke Afrika, serta kawasan tropis dan subtropis lainnya, termasuk Indonesia.

Kini masyarakat Indonesia semakin akrab dengan kelor dan banyak menanamnya baik di pekarangan rumah maupun di lahan terbuka, terutama karena manfaatnya yang berlimpah bagi manusia.

Di Indonesia, tanaman kelor bisa tumbuh baik di daerah dengan iklim tipe A, seperti Riau dan Sumatera Barat, hingga di wilayah semi-kering dengan iklim tipe E, seperti Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk membudidayakan kelor, bahkan untuk menghasilkan varietas unggul.

Sebagai tanaman yang mudah ditemui di Indonesia, kelor telah lama digunakan untuk berbagai keperluan oleh masyarakat di berbagai daerah. Salah satu manfaat utamanya adalah sebagai sumber pangan, karena daun kelor kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kelor memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, seperti kandungan vitamin C tujuh kali lebih banyak dari jeruk, kalsium empat kali lebih banyak daripada susu, vitamin A empat kali lebih tinggi daripada wortel, serta kandungan kalium tiga kali lebih banyak dari pisang.

Kelor juga mengandung protein lebih tinggi dibanding yogurt, dan zat besi hingga 25 kali lebih tinggi daripada bayam.

Selain itu, daun kelor mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, tannin, saponin, steroid, dan berbagai vitamin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut kelor sebagai "pohon ajaib" atau.miracle tree, karena telah lama terbukti membantu meningkatkan kesehatan di berbagai negara berpenghasilan rendah selama lebih dari 40 tahun (Krisnadi, 2015).

Meskipun masyarakat Indonesia umumnya hanya mengenal kelor sebagai sayuran, daun ini sebenarnya bisa diolah menjadi berbagai produk makanan lain, seperti puding, kue, nugget, biskuit, kerupuk, dan masih banyak lagi.

Tepung daun kelor pun dapat ditambahkan dalam berbagai jenis makanan, seperti bolu, serabi, brownies, dan beragam makanan lainnya.