Atasi Kurang Gizi, Berikut Manfaat Daun Kelor Atasi Kurang Gizi, Berikut Manfaat Daun Kelor

Moringa Powder Timurasa Indonesia

  • RAA
  • Minggu, 27 Oktober 2024 - 10:32 WIB

Atasi Kurang Gizi, Berikut Manfaat Daun Kelor


Di Indonesia, tanaman kelor masih sering dianggap sebagai tanaman yang memiliki kekuatan mistis, terutama di wilayah Jawa. 

Dilansir dari pecalungan.desa.id, banyak orang percaya bahwa kelor mampu mengatasi kekuatan gaib.

Kelor sering ditanam di halaman rumah dan dimanfaatkan sebagai pagar. Namun pemanfaatan kelor secara berkelanjutan oleh masyarakat Indonesia masih terbatas, karena minimnya pengetahuan tentang kandungan nutrisi dan manfaatnya.

Tanaman kelor, yang oleh WHO dijuluki sebagai "miracle tree," memiliki keunikan karena hampir seluruh bagiannya bermanfaat untuk berbagai aspek kehidupan.

Bagian tanaman yang paling sering digunakan adalah daunnya, dan pengolahannya cukup sederhana, yaitu dengan cara dikeringkan, sehingga bisa digunakan sebagai bahan yang baik untuk kesehatan.

Penggunaan daun kelor dalam mengatasi stunting adalah langkah murah dan praktis yang bisa dilakukan masyarakat.

Stunting sendiri terjadi akibat kekurangan gizi, yang sering kali disebabkan oleh kondisi ekonomi yang rendah.

Daun kelor kaya akan nutrisi yang terjangkau dan mudah didapat oleh masyarakat Indonesia, khususnya untuk anak-anak di masa 1000 hari pertama kehidupan atau dua tahun pertama.

Fase ini sangat penting dalam menentukan kesehatan tubuh di masa depan. Anak-anak yang kekurangan nutrisi di masa ini cenderung mengalami masalah stunting, sementara mereka yang nutrisinya terpenuhi akan mengalami pertumbuhan yang normal.

Kandungan nutrisi pada daun kelor kering sangatlah kaya, termasuk lebih dari 40 antioksidan alami, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, B1, C, E, serta beta-karoten. 

Kandungan vitamin A pada daun kelor bahkan sepuluh kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan wortel, proteinnya dua kali lipat lebih banyak dari susu, dan zat besinya 25 kali lipat lebih tinggi dibanding bayam, berdasarkan kandungan gizi per 100 gram.

Selain itu, kandungan mineral utamanya adalah kalsium, yang lima kali lipat lebih tinggi dari kalsium dalam susu (125 mg/100 g). 

Manfaat kalsium ini sangat penting bagi tubuh, termasuk untuk pertumbuhan tulang dan gigi, membantu proses pembekuan darah, sebagai aktivator saraf dan otak, enzim, serta jantung, dan melindungi tubuh dari absorpsi zat radioaktif. 

Dengan banyaknya kandungan baik pada daun kelor, tanaman ini memiliki potensi besar dalam membantu meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang ingin memanfaatkannya untuk pemenuhan gizi keluarga.