Teknik Pouring Kopi Yang Wajib Anda Ketahui Teknik Pouring Kopi Yang Wajib Anda Ketahui

Kopi Blend Timurasa Indonesia

  • RAA
  • Kamis, 24 Oktober 2024 - 11:14 WIB

Teknik Pouring Kopi Yang Wajib Anda Ketahui


Pouring adalah teknik penyeduhan kopi yang dilakukan dengan menuangkan air panas ke bubuk kopi yang berada di atas filter.

Teknik ini termasuk dalam metode manual brew, yang membutuhkan ketelitian untuk menghasilkan kopi dengan rasa yang seimbang. Berikut beberapa variabel yang mempengaruhi hasil akhir dari pouring.


Jenis dan Kualitas Kopi
Kualitas dan rasa kopi sangat dipengaruhi oleh asal biji kopi serta metode pasca panennya. Biji kopi dari daerah berbeda akan memberikan cita rasa yang unik, mulai dari rasa buah hingga cokelat. Selain itu, metode pasca panen seperti washed, honey, atau natural juga turut membentuk rasa dan aroma kopi.
   
Tingkat sangrai biji kopi (light, medium, atau dark roast) mempengaruhi profil rasa yang dihasilkan. Light roast cenderung mempertahankan keasaman dan rasa buah, sementara dark roast menghasilkan rasa yang lebih pekat dengan aroma panggangan yang kuat.

Grind Size (Ukuran Gilingan Kopi)
Ukuran gilingan kopi harus disesuaikan dengan metode pouring yang digunakan. Gilingan terlalu halus bisa menyebabkan over-extraction, menghasilkan rasa pahit. Sebaliknya, gilingan terlalu kasar dapat menyebabkan under-extraction, yang membuat kopi terasa hambar. Umumnya, gilingan medium sampai medium-coarse cocok untuk metode pour over.

Rasio Kopi dan Air
Rasio antara kopi dan air adalah faktor kunci dalam mendapatkan seduhan yang seimbang. Rasio umum yang sering digunakan adalah 1:15 atau 1:16 (1 gram kopi untuk 15-16 ml air), meskipun bisa disesuaikan dengan preferensi kekuatan rasa. Mengatur rasio ini dengan tepat memastikan rasa kopi tidak terlalu kuat atau terlalu encer.

Suhu Air
Suhu air yang digunakan dalam pouring memengaruhi seberapa baik kopi diekstraksi. Suhu air ideal berkisar antara 90-96°C. Jika air terlalu panas, kopi bisa terasa over-extracted dengan rasa pahit, sementara suhu yang terlalu rendah akan membuat kopi kurang diekstraksi, menghasilkan rasa asam yang tidak seimbang.

Teknik Menuang
Teknik menuang air pada kopi memengaruhi proses ekstraksi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menuang air : 

   - Gerakan Melingkar : Air dituangkan secara melingkar untuk memastikan semua bubuk kopi terekstraksi merata.
   - Kecepatan Tuang : Menuang air terlalu cepat bisa menyebabkan kopi kurang terekstraksi, sementara menuang terlalu lambat bisa menyebabkan over-extraction.
   - Tahapan Blooming* : Proses blooming adalah tahap pertama menuang sedikit air untuk mengeluarkan gas karbon dioksida dari kopi. Ini membantu memaksimalkan ekstraksi pada tahapan berikutnya.

Waktu Seduh
Waktu seduh atau brew time adalah lamanya waktu yang dibutuhkan air untuk melalui bubuk kopi dan filter. Biasanya, waktu seduh ideal untuk metode pour over berkisar antara 2,5 hingga 4 menit. Terlalu cepat bisa menyebabkan kopi under-extracted, sementara terlalu lama bisa menyebabkan over-extraction.