Manuk Napinadar, Kuliner Khas Batak Manuk Napinadar, Kuliner Khas Batak

Foto: merdeka

  • RAA
  • Selasa, 15 Oktober 2024 - 19:57 WIB

Manuk Napinadar, Kuliner Khas Batak


Manuk Napinadar, atau dikenal juga sebagai Ayam Napinadar, adalah salah satu hidangan khas dari budaya Batak.

Biasanya kuliner ini dihidangkan pada upacara adat tertentu, namun masyarakat juga dapat memasaknya sendiri di rumah.

Dilansir dari kompas.com, ciri khas dari Manuk Napinadar terletak pada bumbu-bumbunya yang menciptakan cita rasa unik.

Keunikan rasa pedas dari hidangan ini bukan berasal dari cabai, melainkan dari andaliman, bumbu khas yang menjadi bahan dasar masakan ini.

Selain itu, yang membuat Manuk Napinadar berbeda adalah penggunaan gota, atau darah ayam, yang dicampurkan ke dalam bumbu. Bagi yang tidak menggunakan darah ayam, santan kelapa bisa menjadi pengganti.

Untuk jenis ayam, biasanya dipilih ayam kampung jantan. Ayam tersebut akan dibersihkan terlebih dahulu, lalu dibakar sebelum diolah dengan bumbu-bumbu.

Bumbu yang digunakan terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, serai, lengkuas, dan cabai yang dihaluskan. Darah ayam kemudian dicampur dengan garam dan jeruk nipis untuk mencegahnya menggumpal. 

Setelah itu, campuran darah atau santan akan dimasak bersama bumbu halus dan andaliman. Saat bumbu berubah warna kecoklatan, ayam dimasukkan dan dimasak hingga bumbu meresap sempurna.

Setelah matang, Manuk Napinadar biasanya disajikan dengan tambahan cabai rawit, irisan jahe, perasan jeruk nipis, dan disandingkan dengan nasi hangat.

Hidangan ini memiliki makna filosofi yang mendalam, yakni tentang semangat, memberikan berkah, dan memohon doa. Penggunaan ayam kampung jantan melambangkan keberanian dan kesuksesan.

Nilai-nilai tersebut sangat erat dengan budaya Batak, sehingga Manuk Napinadar sering disajikan pada pesta dan upacara adat.

Karena kekhasannya, Napinadar diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Sumatera Utara pada tahun 2019.