Hati-Hati Mengkonsumsi Kopi Instan Hati-Hati Mengkonsumsi Kopi Instan

Foto: wikipedia

  • RAA
  • Jumat, 11 Oktober 2024 - 20:23 WIB

Hati-Hati Mengkonsumsi Kopi Instan


Kopi instan dalam bentuk saset telah menjadi alternatif yang populer bagi kopi tubruk. Kemudahan penyajian menjadi alasan utama. Penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa bermanfaat pada kopi instan tidak jauh berbeda dengan kopi tubruk. Seorang ahli jantung terkemuka bahkan menyatakan bahwa keduanya memiliki profil risiko-manfaat yang serupa.

Kopi instan tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Orang Yang Rentan Batu Ginjal
Konsumsi makanan dan minuman tinggi oksalat dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Oleh karena itu, penderita atau mereka yang rentan terhadap penyakit ini sebaiknya membatasi asupannya.


Oksalat berpotensi mengikat kalsium dalam tubuh, membentuk kristal yang dapat berkembang menjadi batu ginjal. Mengingat kandungan oksalat dalam kopi instan lebih tinggi dibandingkan kopi tubruk, konsumsi kopi instan secara teratur dapat memperparah kondisi batu ginjal.

Penderita Kanker
Proses pemanggangan biji kopi menghasilkan akrilamida, sebuah senyawa kimia yang berpotensi toksik. Meskipun paparan berlebihan terhadap akrilamida dapat menimbulkan risiko kesehatan, penelitian menunjukkan bahwa kadar akrilamida dalam kopi umumnya berada di bawah ambang batas berbahaya. Lebih lanjut, kandungan N-metilpiridinium yang lebih rendah pada kopi instan dibandingkan kopi seduhan, yang potensinya sebagai agen antikanker masih diteliti, menjadi pertimbangan lain. Oleh karena itu, bagi mereka yang sangat memperhatikan pencegahan kanker, kopi seduhan mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.