Cegah Stunting Dengan Moringa Cegah Stunting Dengan Moringa

Foto: alodokter

  • RAA
  • Minggu, 06 Oktober 2024 - 22:06 WIB

Cegah Stunting Dengan Moringa


Dr. Theresia Monica Rahardjo, seorang dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha Bandung, baru-baru ini meluncurkan sebuah buku yang mengulas manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting.

Dilansir dari stunting.go.id, buku tersebut berjudul “Daun Kelor, Stunting, dan Ketahanan Nasional”, membahas secara mendalam tentang kegunaan daun kelor serta cara pengolahannya. 

"Dalam buku ini, saya menuliskan berbagai informasi tentang daun kelor, termasuk kandungan gizi dan manfaatnya," ungkapnya di Bandung.

Menurut Dr. Theresia, yang sering dipanggil Dok Mo, tanaman Moringa Oleifera ini memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa dan zat-zat khusus yang dapat mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Kelor yang dimasak dengan baik terbukti efektif dalam mencegah masalah pertumbuhan pada anak.

Anak-anak yang mengalami stunting dianjurkan untuk secara rutin mengonsumsi olahan daun kelor. Dengan asupan ini, kondisi stunting pada balita bisa berangsur-angsur membaik, dari tingkat stunting berat ke sedang, lalu ke ringan, hingga akhirnya mencapai kondisi normal.

Daun kelor kaya akan nutrisi serta vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh. Sebagai salah satu sayuran yang cukup populer di Indonesia, kelor memiliki daun berbentuk oval dan berwarna hijau.

Sayuran ini juga kaya akan asam amino, antioksidan, serta senyawa anti-inflamasi. Selain itu, kelor juga mengandung zat-zat penting seperti zat besi, kalsium, serta vitamin A, B, C, dan E, yang berperan dalam pertumbuhan tulang, otot, serta perkembangan otak bayi.

Daun kelor bisa diolah menjadi berbagai hidangan, seperti sup, dicampur dengan daging cincang, kaldu tulang, atau dipadukan dengan sayuran lain. Selain itu, kelor juga dapat diolah menjadi teh atau kopi, menjadikannya alternatif minuman yang bermanfaat.

Dok Mo juga menekankan bahwa kelor memiliki potensi sebagai komoditas ekonomi. Ia berharap distribusi daun kelor dapat diperluas, sehingga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan dan pemenuhan gizi, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. “Jika penyebarannya masif, maka kelor bisa menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang,” tuturnya.

Buku yang ditulis oleh Dr. Theresia Monica Rahardjo ini memang bukan buku pertama yang membahas tentang manfaat daun kelor. 

Namun buku ini menyajikan perspektif medis yang mendalam, mengingat penulisnya adalah seorang dokter spesialis anestesiologi dan konsultan.

Dok Mo bahkan menyarankan agar setiap keluarga menanam pohon kelor. “Saya mengajak pemerintah dan masyarakat untuk mendukung gerakan satu keluarga satu pohon kelor.

Langkah ini penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, sehingga kita dapat memaksimalkan potensi demografi yang kita miliki,” pungkasnya.