BRIN Sebutkan Sorgum & Jagung Menjadi Alternatif Pangan BRIN Sebutkan Sorgum & Jagung Menjadi Alternatif Pangan

Foto: argonet

  • RAA
  • Minggu, 06 Oktober 2024 - 16:15 WIB

BRIN Sebutkan Sorgum & Jagung Menjadi Alternatif Pangan


Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan bahwa sorgum dan jagung bisa menjadi alternatif pangan untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan kenaikan suhu yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Dilansir dari antaranews, Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Yudhistira Nugraha, menjelaskan bahwa sorgum dan jagung dianggap lebih tahan terhadap kondisi suhu ekstrem dan lebih efisien dalam penggunaan air.

“Beberapa tanaman serealia jenis C4, seperti sorgum dan jagung, lebih tahan terhadap suhu tinggi dan lebih hemat air, sehingga dapat menjadi pilihan alternatif,” ujar Yudhistira di Jakarta, Jumat.

Yudhistira menekankan bahwa peralihan ke komoditas pangan ini dapat menjadi solusi adaptasi terhadap perubahan iklim, namun hal ini harus diimbangi dengan perubahan pola makan yang bisa diajarkan sejak dini, terutama kepada anak-anak.

Selain sorgum dan jagung, ada juga komoditas serealia lain yang kurang dikenal namun berpotensi menjadi pengganti beras, seperti hanjeli (Coix lacrimo-jobi L.) dan jewawut (Setaria italica).

Yudhistira juga menggarisbawahi perlunya adaptasi lain, yaitu melalui penerapan teknologi pertanian yang responsif terhadap peningkatan suhu.

Langkah ini mencakup pengembangan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap suhu ekstrem, budidaya yang hemat air, serta mitigasi melalui pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor pertanian, misalnya dengan irigasi berselang dan penggunaan pupuk yang seimbang.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu rata-rata di Indonesia akan meningkat hingga 4 derajat Celsius pada tahun 2100.