Foto: umsu
Pengolahan Pasca Panen Kacang Mete
Pengolahan pasca panen kacang mete adalah langkah penting yang menentukan kualitas dan nilai jual biji mete di pasar. Proses ini meliputi beberapa tahapan, mulai dari pemisahan biji dari buah, pengeringan, hingga pemanggangan. Setiap tahapan mempengaruhi hasil akhir dari biji kacang mete, baik dalam hal rasa, tekstur, maupun keamanannya untuk dikonsumsi.
Berikut adalah langkah-langkah pengolahan pasca panen kacang mete.
Pemisahan Biji dari Buah Semu
Setelah kacang mete dipanen, biji mete harus dipisahkan dari buah semunya (jambu mete). Buah semu tidak digunakan dalam produksi kacang mete, tetapi sering kali diolah menjadi jus atau produk lainnya. Biji mete yang terletak di bagian bawah buah adalah bagian yang diolah lebih lanjut untuk menghasilkan kacang mete.
Pengeringan Biji Mete
Setelah biji dipisahkan, biji mete perlu dikeringkan untuk mengurangi kadar air, sehingga memudahkan pemecahan kulitnya dan menghindari pembusukan. Pengeringan biasanya dilakukan dengan dua cara:
- Pengeringan Matahari : Biji mete dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari hingga kadar airnya berkurang. Pada proses ini, biji dibalik secara teratur agar pengeringan merata.
- Pengeringan Buatan : Jika kondisi cuaca tidak mendukung, petani bisa menggunakan alat pengering buatan untuk mempercepat proses pengeringan.
Biji mete yang kering akan memiliki kulit yang lebih mudah dipisahkan dan daya tahan simpan yang lebih lama.
Pemecahan Kulit Keras
Biji kacang mete dilindungi oleh kulit luar yang keras dan tebal. Pemecahan kulit keras ini harus dilakukan dengan hati-hati karena di dalam kulit biji mete terdapat cairan asam yang bersifat iritan, yaitu cardol dan anacardic acid. Pengolahan yang tepat mencegah biji mete terkontaminasi oleh zat tersebut.
Pengupasan Kulit Tipis
Setelah kulit keras dipisahkan, biji kacang mete masih dilapisi oleh kulit tipis berwarna cokelat yang harus dibuang. Pengupasan kulit tipis ini biasanya dilakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan alat khusus. Proses ini sangat hati-hati dilakukan agar biji mete tetap utuh dan tidak rusak.
Pembersihan dan Sortasi
Setelah kulit tipis dikupas, kacang mete dibersihkan dari sisa kulit atau kotoran yang mungkin masih menempel. Biji kemudian disortir berdasarkan ukuran dan kualitasnya:
- Ukuran : Kacang mete biasanya dikelompokkan berdasarkan ukuran, di mana yang berukuran besar umumnya lebih mahal.
- Kualitas : Kacang mete juga disortir berdasarkan apakah biji tersebut utuh, terbelah, atau rusak. Kacang mete utuh biasanya memiliki harga yang lebih tinggi di pasaran.
Pemanggangan atau Penggorengan
Tahap ini adalah proses penentuan rasa dan tekstur akhir dari kacang mete. Pemanggangan atau penggorengan diperlukan untuk mengeluarkan rasa manis alami dan membuat biji lebih renyah.
Penyimpanan
Setelah diproses, kacang mete yang sudah siap dikonsumsi harus disimpan dengan baik untuk mempertahankan kualitasnya.
Pengemasan dan Pemasaran
Kacang mete siap dijual biasanya dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan kecil untuk konsumen rumah tangga hingga kemasan besar untuk industri. Kacang mete yang dikemas dengan baik akan lebih menarik di pasaran dan memiliki umur simpan yang lebih lama.
